Di dunia yang tidak abadi ini, mencari orang yang secara lahir batin tulus itu sulit. Terlebih di era serba kompetisi seperti hari ini. Kebanyakan orang ingin berlomba² menjadi si paling. Eksistensi sangat dipuja dan diagung²kan. Validasi diperlukan dimana² untuk menunjukkan ini loh aku..
Fenomena di atas tidak dapat dipungkiri, namun tidak semua orang gila akan pengakuan. Masih ada yang sengaja ingin slow living, menikmati setiap helaan nafas dengan penuh kesyukuran. Menjalani ritme hidup dengan kelapangan. Memang orang macan ini tidak famous, tidak terpandang, dan terlihat tidak punya teman.
Bagi orang yang hidupnya private, ia lebih menikmati kualitas. Ia tipikal orang yang memaknai setiap moment secara mindfulness. Ia akan hadir dalam setiap momen. Sebagai contoh, temannya curhat ada masalah dengan rekan kerjanya, ia dengan segala kesadaran hadir menjadi pendengar yang baik, memberikan sudut pandang yang berbeda, dan dengan pikiran luasnya ia memvalidasi perasaan temannya tersebut. Sehingga yang dirasakan temannya itu ringan setelah curhat dengannya.
Jika kamu sudah menemukan orang tipe seperti ini di hidupmu, ketahuilah privilage jalur teman sudah kamu dapatkan. Jaga pertemanan baik². Bukan hanya karena dya mau dan mampu mendengarkan curhatmu secara berulang² lantas kamu seenaknya ya. Kita juga harus jadi manusia yang tau waktu, mau bergantian mengerti keadaan satu dengan yang lainnya, bukan yang inginnya didengar dan dingertiin selalu. Jangan ya dek ya... Dya hanya manusia biasa lho, kalo sudah tidak dihargai ya dya akan cabut dari hidup lo.
Jika itu terjadi, siapa yang rugi? Yaps kita. Dya mah asik² aja karna beban hidupnya berkurang karena sudah terlepas dari drama yang selalu keluar dari mulut kita. Teman dya banyak, jadi kalo hanya kehilangan teman macam kita mah ga akan ada ngaruhnya di hidupnya. Dya akan tetep happy dengan hidup dan segala perjuangannya. Kitalah yang justru akan gigit jari, karena terlena tidak merawat pertemanan dengan dya hanya lantaran dya mau diapa²in juga sabar ngadepin kita. Sekali lagi, dya hanya manusia. Ketika usaha dan perjuangannya tidak dihargai ya bye.. Nangislah kitanya...
0 comments:
Post a Comment