Masih melekat di ingatan bagaimana tertawa lepasnya, senyum liciknya ketika ia dianggap sebagai si paling keren. Iya, keren boleh namun apakah harus jumawa dan merendahkan orang lain?
Apakah fair jika menilai kemahiran burung terbang dengan cara ia berenang? Apakah fair menilai kuatnya siput dengan cara ia berlari? It's not fair, menilai sesuatu tidak dengan ukurannya.
Ga ada lho manusia bodo* di dunia ini, yang ada manusia yang belum menemukan jalannya saja. Jalan tersebut berupa kesempatan,jam terbang, peluang, keahlian, dll.
Ga ada juga manusia yang terlahir sempurna. Boleh lah jika diri kita ngerasa sempurna, tapi plis sadar deh itu hanya menurut kita saja deh. Akan selalu ada minus di setiap jiwa yang kelak Allah matikan.
Lantas masihkah bahagia merendahkan orang lain? Hallo tubuh yang ada masa berlakunya di dunia.. mau sampai kapan jadi orang yang seolah tak tersentuh oleh yang namanya cacat? Heloo jiwa yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, mau sampai kapan bangga penuh kemenangan melihat orang lain celaka karna ulahmu?
Peranmu di dunia ini hanya sebatas hamba lho, bukan yang punya dunia. Kamu punya kelemahan, tapi orang lain enggan berurusan. Orang lain punya keunggulan, tapi kamu bangga mematikan.
Apakah pernah sedikitpun berfikir, bahwa orang yang kamu jahati itu adalah tulang punggung keluarganya? Ia adalah anak yang dari kecil ditinggal mati ibunya? Ia yang sedari kecil berusaha berdamai dengan takdir yang tidak mudah. Apakah kamu masih punya perasaan? Bagaimana jika itu kamu, saudaramu, bahkan itu anakmu? Apakah kamu terima jika orang2 yang kamu sayangi dijahili seperti kamu jahili orang2 selama ini?
Wahai jiwa yang masih diberi umur oleh Tuhan. Tidak takutkah dengan doa orang2 yang kamu rendahkan? Mungkin saja mereka tidak mendoakanmu jelek, namun bagaimana jika yang tidak terima itu adalah pemiliknya?
Baik2lah berperilaku. Kamu berbatas, sedangkan Tuhan tiada batas. Kamu punya ide jahat, sedangkan Tuhan punya rencana terhebat. Kamu hobi jumawa, sedangkan Tuhanlah yang berkuasa.
So, kesombonganmu kelak yang akan mengantarkanmu pada takdir selanjutnya. Bersiaplaaah..
0 comments:
Post a Comment