Benar kita sama2 manusia yang punya kelebihan dan kekurangan. Maka belajarlah dari alam, bahwa sesuatu yang berlebihan tidaklah baik akhirnya. Effort yang berlebihan juga hanya akan berujung kecewa.
Pernah ada temen yang dengan begitu baiknya menawarkan diri, ia siap menerima segala macam curhat. Ketika ditanya, kenapa kamu sebaik itu merelakan waktumu? Ia hanya menjawab dengan kalimat sederhana. Ya, karna kamu pantas mendapatkannya. Kamu pantas diperlakukan sebaik itu, karna kamu orang baik. Mungkin aku tidak dapat memberikan solusi terbaik, namun aku ada untukmu, siap menampung segala permasalahan yang sedang kamu rasakan. Trima kasih kebaikannya kawan!
Teman yang lain, dya dengan segenap panca indera selalu berusaha ada ketika diri ini membutuhkannya. Sayangnya hanya searah. Ia tak pernah sekalipun menampakkan kegundahan walo ia juga sama2 kalut. Sikap legowo dan gentlement-nya selalu berdiri di garda terdepan ketika temannya ini tidak baik2 saja. Ia ga mau temannya ini larut, dan ia selalu memberikan nalar positif yang bisa temannya ambil. Justru karna kebaikannya kelewat luwar biasa, membuat diri ini berfikir berkali2 kalo mau merepotkannya lagi. Sekalipun ia sangat bahagia bisa ada untuk temannya. Hebatnya, dya punya masalah tapi tak berisik. Dya punya hidup yang tidak mudah tapi tak segaduh diri ini. Prinsipnya, ia tak ingin melupakan dan meninggalkan teman seperjuangannya. Luwar biasa kamu. Trima kasih atas ketulusanmu kawan!
Di seberang bumi yang lain, femomenya terbalik. Datang ketika butuh, sangat riuh, dan gaduh. Ketika dikasih solusi kadang manut namun seringnya punya pemikiran sendiri. Ketika curhat inginnya selalu didengar dan direspon. Namun ketika temannya yang curhat, ya suka2 dya balas chatnya. Ya inilah hidup yang selalu seimbang. Terima kasih ya, kamu memberikan warna baru di hidupku.
Ga kebanyang jika memiliki smua teman yang sangat welcome, peduli berat, empati akut, dan tulus. Bisa dipastikan diri ini akan jumawa aka sombong. Tapi dengan adanya teman yang datang sesukanya maka menyadarkan bahwa hidup ini imbang. Dan ini disebut dengan nikmat. Nikmat tidak harus berupa kabahagiaan saja, melainkan berupa hal2 yang bisa jadi bungkusnya menyebalkan. Tapi ketahuilah rencana Allah selalu terbaik.
Allah ga akan membiarkan kita terpuruk, dan bertemu dengan orang2 jahat. Jikapun iya, pasti akan ada best learning untuk kita as a warning. So, siapapun teman yang hadir di hidupmu syukurilah, dengan segala macam jenis karakter nikmatilah! Kuncinya satu, kendalikan dirimu!. Jika mau curhat harus tau diri, jangan egois. Pastikan tidak offside mengganggu waktunya. Ingat dya juga makhluk hidup yang waktunya sama denganmu 24 jam. Ia juga punya hidup yang harus diperjuangkan juga. Sebaliknyapun sama, jika temanmu kok curhatnya sudah over, kamu bisa menepi. Kamu berhak memprioritaskan dirimu sendiri dulu. Silahkan menolong tapi jangan sampai menjadikanmu kurang pintar, karena zaman sekarang ada tipe2 orang suka curhat dan dikasih solusi. Di depan iya iya, tapi praktekkannya berlawanan. So, enjoy it!