Entradas populares

4 hal yang dapat dilakukan ketika proses memantaskan diri

Belum lama ini ngobrol dengan seorang temen perihal menikah. Sebuah topik yang tidak ada endingnya untuk dibahas, terlebih bagi para jomblo yg udah kepentok umur. Ketika ada cewek/cowok dg umur yg sudah layak bahkan seharusnya menikah (ukuran masyarakat), maka jika mereka blm juga memperlihatkan tanda2 maka mereka kerap dipojokkan dg kata2 "ra normal". Entah ga suka cewek atau cowok. Mudah saja memojokkan lantaran yang bersangkutan mengukur selera makannya dg kepasitas si lambungnya. Kita sering mendolimi orang lain dan nyinyir ketika ybs anteng dan sante blm nikah. Ada hal yang sangat krusial kita lupakan, bahwa setiap kejadian pasti ada alasannya. Begitu juga dengan orang yang blm menikah. Berikut 4 hal yang dapat dilakukan ketika proses memantaskan diri:

Menunggu yang tertepat
Sangat klise, tapi ada tipe semacamnya yang tidak ingin tergesa2 hanya lantaran ga kuat dengan nyinyiran orang lain. Dya lebih cenderung memantaskan diri, mengembangkan kemampuannya, menikmati setiap step dikehidupannya, mengabdi kepada orang tua dan keluarga, hingga masa itu tiba. Tipe orang ini tidak bisa "sembarangan" dg orang. Namun sekali dya menemukan orang yang klik dihatinya, tak perlu butuh lama untuk mrnikah.


Memperbaiki karir
Sah2 saja apabila ada orang yang ingin berkarir terlebih dahulu. Alasannya mungkin sederhana demi kesejahteraan hari esok. Pertanyaannya, apakah salah? Jawabnya tentu tidak. Semua orang bebas kok memutuskan kapan dya siap untuk menikah, hanya saja yang banyak nyinyir adalah orang lain yang justru tidak tau menahu tentang diri kita. Yang mereka tahu hanya sekilas apa yang  tertampil di diri kita.


Masa lalu
Background masa lalu yang begitu kompleks bisa menjadi latar belakang bagi seseorang untuk tidak tergesa gesa memutuskan untuk menikah. Pengalaman orang tua bahkan lingkungan sekitar bisa menjadikannya sebuah pelajaran berharga untuk memutuskan melangkah ke pelaminan.


Quality time dengan keluarga
Setelah menikah kita disibukkan dengan rutinitas kehidupan di keluarga kecil kita. Sedangkan ada bapak, ibu bahkan adik2 yang mungkin masih butuh perhatian kita. Ada tipe2 yang belum memutuskan untuk menikah sebelum adik2nya mampu mandiri. Apakah pertimbangan ini salah? Tentu saja tidak.


Yaa, semua alasan kembali ke masing2 orang. Menghargai sajalah setiap apa yang akan dilajukan oleh orang lain. Ga perlu kok ngurusi hingga menebarkan isu ga jelas. Kembali lagi, jangan mengukur kaki orang lain dg sepatumu,.
And we know everything gonna be ok
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

berserah diri

Ada di sebuah titik keputusasaan lantaran apa yg diinginkan mleset, apa yg diharap justru menjauh, apa yg diinginkan tak sampai. Nangis sejadi jadinya nyalahin diri sendiri yang ujung pangkalnya kufur nikmat. Kufur terhadap nikmat2 lain yg sudah Allah berikan yg jumlahnya tak dapat kehitung. Lantas apa yang harus dilakukan? segera berserah diri saja...

"kamu boleh berencana, tapi rencana Allah lebih joss"

Yaa kita boleh punya planing A-Z dalam hidup, justru jatuhnya bagus. Ada greget2 dalam hidup yang harus dilakukan dan ditakhlukkan. Hidupnya penuh dengan smangat tidak nglokro ngalir begitu saja. Kita tentu tau dan paham bagaimana cara berusaha, bagaimana cara berdoa dan bagaimana cara merealisasikannya. Lantas jika tak sesuai harapan bagemana? Sekalipun tindakan2 super sudah maksimal dikeluarkan sebagai jurus pamungkas?

"Kamu hanya lupa cara berserah"

Memang kita sudah maximal berupaya dan berdoa, namun ada satu hal yang kita lupakan yakni berserah padaNya. Bisa jadi kita sok pinter kalo planing kita sudah terbaik, bisa jadi kita mendewakan diri sendiri, bisa jadi kita sombong yang endingnya takabur dan bisa jadi kita ngesampingkan Allah. Astagfirullahaladzim.. kegagalan ini sebagai teguran bahkan peringatan kepada kita bahwasanya ada Sutradara yg kita atur. Sandarankan semua usaha padaNya. Jangan sok2 oke deh. Dan itu gamparan paling dahsyat..
Bisa jadi apa yang kita inginkan yang terlihat "gue banget" itu tak baik, bisa jadi pula yang "ga' banget" itu memang terbaiknya.

"Usaha dan doa sudah, tinggal pasrahkan padaNya"

Segenap asa sudah tercurahkan, tinggal pasrahkan hasilnya padaNya. Mulut boleh bilang sudah pasrah. Hati dan pikiran siapa yang tau? Loske wae karo rencanane Allah. Mulut, hati, dan pikiran pasrahkan padaNya. Jika sekarang masih ada sisa2 pangarep2 maka enolkan semua rasa. Biarkan Ia menggenggam dan mengabulkan apa yang memang terbaik bagi kita. Apapun itu..


Disadari atau tidak, hal terberat adalah berserah diri atas segala usaha dan ketentuanNya. Ketika upaya tak sesuai dengan keinginan  yang ada  menyalahkan diri sendiri yang ujungnya tak tau diri. Ya kufur atas nikmat lainnya yang ribuan sudah kita dapatkan. Hanya saja satu hal yg tidak sesuai dengan yang kita inginkan kita melupakan dan menghilangkan semua nikmat yang sudah didapat. Naudzubillah..

Ya Allah Ya Robbi, tuntun kami untuk berpasrah atas usaha yang sudah kami lakukan. Tuntun kami nrimo atas kehendak dan skenario terbaikMu. Serta arahkan dan ingatkan kepada kami untuk selalu bersyukur atas semua rizki dan nikmat2Mu. Aamiin
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

Allah itu asik banget

Allah itu asik banget. Akhir2 ini dapat amanah untuk mengerjakan beberapa hal dalam waktu yg bersamaan. Hal2 yg tidak mudah, tidak simpel dan cenderung rumit bahkan wowww. Sampai endingnya hari ini adalah detlen semua pekerjaan teesebut. Yang satu batas maximal kiriman tulisan untuk simposium suatu acara. Yang satu persiapan ubo rampe 2 kegiatan pelatihan di pagi harinya. Yang satu kewajiban laporan rutin bulanan. Yang satu ngurus lomba dengan overload peserta dan hari ini harus mau g mau selesai. Setelah berhari2 merasakan abstrak tak terkira dan dengan kemurahan Allah semua berjalan sangaaaat lancar. Yang awalnya mikir harus pulang jam berapa lagi untuk menyelesaikan semua? Haruskan lembur terus2an? Dan sekejap rasa itu sirna karna Allah kirim kemudahan dan kelancaran.
Antara percaya dan tidak percaya semua dimudahkan  dan diringankan Allah. Rasane pengen nangis. Betapa luwar biasa-nya  Allah. Sangat gampang bagi Allah untuk merubah apapun.  Pelajaran besar hari ini adalah lakukan apapun yang menjadi amanahmu sebaik mungkin, seiklas mungkin dan sebahagia mungkin. Kelak solusi akan mencarimu.

Akan indah jika kamu merasa indah, akan bahagia jika dihatimu rasa itu ada

Yaaa, skenario Allah itu well, tak ada yg nandingi kehebatannya. Semua sudah terkonsep bagi hamba2Nya yg menyadari. Diturunkan masalah itu sepaket kok dengan solusi. Semua ada masanya. Ada masa belajar dan ada masa evaluasi. Tinggal kita sadar ga dg kode2 yg Allah kasih. Kalau endingnya hanya ngeluh dan ngeluh kapan mau pinter? Dikasih kerjaan yg sepele aja udah ngrasa koyo wong terdolimi. Helllo diluar sana ada orang yg punya amanah lebih kompleks namun stay cool aja tuh. Situ ngeluh aja? Makane dolanoo, biar bisa banyak bersyukur.


Takdir itu mengatasi takdir

Dihadapkan dengan kondisi yg bisa dikatakan acakadut itu wow sekali. Permasalahnnya itu sebuah takdir yg kudu dijalani, kudu dialami dan kudu dilewati. Pertanyaannya, bagaimana cara melaluinya? Peluk takdir erat2 dan katakan "hey you, sahabatan yuk". Berdamailah dengan semua takdir yang ada di depanmu, sekalipun kamu rasa kurang membahagiakan. Tak pernah ada yang tau esensi dibalik takdir yg kita jalani ini. Berjalannya waktu jika kita iklas menjalaninya, takdir lain akan menjadi penawar semua gundah. Pelipur semua lara dan penguat semua asa.

Ya, hadapilah jalanilah laluilah dan senyumilah takdirmu. Lakukan apa yg bisa kita lakukan. Lakukan apa yang menjadi urusan kita, selanjutnya pasrahkan senua kepadaNya. Hanya Allah yang Maha Tau apa yg terbaik bagi setiap hamba2Nya. Dan yg ku tau Allah itu asiiiik banget. Maturnuwun Gusti, bimbing kami untuk semakain bersyukur atas semua ketetapanMu.

hidup bukan hanya tentangmu

Hidup ini bukan saja tentangmu ataupun tentangku saja. Jika orang lain tidak bisa seperti apa yang kita inginkan ya legowo saja. Memang sudah dari sononya kalao karakter satu dengan yang lain beda. Beda bukan berarti tidak bisa beriringan. Beda bukan berarti bermusuhan. Beda bukan berarti ada yang lebih kuat ataupun ada sasaran empuk untuk di-buli.

"Orang baru menggeser kedamaianku"
Hello,. dibelahan bumi manapun selagi rotasi masih terus berputar hidup ini maju dengan segala keunikannya. Di dunia kerja sekalipun. dulu jaman masih mesin ketik kita dituntut untuk bisa ngetik dengan resiko kuku entah rasanya. Sekarang dijaman TI dengan segala kelebihannya sangat maklumkali ah  jika dunia kerja menunutut karyawannya update diri dengan sederet skill pendukung kerjaan. Ketika perekrutan karyawan barupun tidak lagi asal2an bahkan gawan, dituntut skill mumpuni dengan sederet gelar yg wajib ada di calon karyawan tsb. Harapannya ybs mampu bersinergi dan mengembangkan instansinya.


"Bukan karna kamu hebat, namun lantaran tak ada yg lain"
Ada di sebuah titik dimana senior ngerasa tergeser dengan hadirnya orang2 baru. Hidupnya sudah tak sedamai  dulu, katanya. Ladang yang selama ini menjadi lahan pribadi hilang direbut oleh orang baru. Orang baru yg notabennya punya ilmu yg sesuai dengan bidang yang ditekuni instansinya. Jika dulu hanya mengandalkan kebiasaan kali ini sudah menjadi sejarah. Apalah arti sebuah ilmu jika tidak kita aplikasikan  yang berimbas dengan kemajuan instansinya


"Nyermin dulu biar rapih"
Orang baru memporak porandakan kedamaian yang selama ini tercipta. Meruntuhkan ketentraman yang slama ini ada. Dan orang baru jahaaat.  Orang baru dengan segala kemampuannya dianggapnya  momok dan biang keladi dari  ketidaknyaman yang slama ini tercipta. Sudah terlalu nyaman dan tak mau berkembang endingnya hanya menyalahkan orang baru yang membawa misi perubahan.


Yaa, hidup ini bukan hanya tentangku saja, atau tentangmu saja. Yang ketika tidak sesuai yng diharapkan dya adalah biang keladi tanpa mau nyermin. Ketawain aja ah, orang kok rempong amit. Sangat maklum semua hanya bermuara tentang kekawatiran. Ketika semua ada dalam relnya seyogianya sante alias woles. Jikalaupun orang baru jahaaat seperti apa yang ada dalam pikirannya, kalau kita tetep di dalam rel kenapa harus takut. Semua ada masanya kok. Mau jahat  sok atuh?  ditrima saja, karna kita tak mampu untuk mengontrol sikap orang lain kepada kita. Ada yang baik di depan tapi busuk dibelakang. Jadi sangat sulit menakar sikap orang lain ke kita. Daripada waktu kita habis mengurusi sikap orang lain lebih baik fokus terhadap diri sendiri. Bagaimana menjadi orang yang menyenangkan. Menjadi pribadi dengan sikap2 positif.

"Mata adalah cermin sikapmu"
Jika ada orang yang aneh denganmu, lihatlah sorot matanya. Mata adalah cerminan dari jiwa yang bersangkutan. Tatap saja matanya ketika berbicara dengannya. Jika yang bersangkutan kok mlengas  mlengos maka tanda tanya itu terpecahkan. Mundur selangkah dan berikan waktu padanya untuk merampungkan permasalahan yang ia rasa dengan kita. Kita juga wajib koreksi loh ya. Kalik kita berbuat salah dengan yang bersangkuatan.  Tentunya jika kita salah pasti tau lah yaa langkah yg seharusnya dilakukan.
Sudah menjadi sifat dasar manusia yakni lebih mudah menyalahkan kesalahan orang lain. Dan akan lebih sulit koreksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Parahnya merasa tak ada yang salah dengan sikap kita. Masak iya ada asap kalao tak ada api? bukan jaman sulap kali ah..  

Apapun kondisinya tetap mawas diri, instrospeksi dan perdalam rasa respek sedalam2nya dengan orang lain. Namanya juga manusia yang memiliki banyak kekurangan dan khilaf. Kalau sekarang mereka yang khilaf, tidak ada yang jamin kita tak akan pernah melakukan hal yang sama dengan mereka. Bersikaplah sebiasa mungkin, sewajarnya dan seharusnya saja. 
#semoga bermanfaat & hidup bahagia


Allah Maha Asyik


Allah Maha Asyik ya. Ketika seorang hamba merasa bersedih disitu pula Allah menyiapkan “tangan” untuk menenangkan. Ketika seorang hamba merasa putus asa disitu pula Allah membukakan seribu jalan. Disaat manusia merasa hidupnya dititik penghabisan, disitu pla Allah menyediakan kado dari buah kesabarannya. Setiap manusia memiliki jalan hidup yang beragam dan berwarna. Sebut saja umur 29 tahun. Ada yang sudah punya anak 2, ada yang anaknya 1, ada yang rumah tangganya adem ayem, ada yang njalani rumah tangga dengan metode abstrak hingga ada pula yang masih berjuang dan berihtiar untuk mendapatkan kemapanan. 

“kudune umur 29 ki wes nikah, kae loh koncomu wes due anak 2,. Rasah kakean milih2…”

Yaa, di kehiduapan ini tak ada pola “KUDUNE”. Hidup di kampung wajib punya sumpel telinga. Maklumi saja jika mereka memiliki pola pikir seperti itu. Siapa juga yang ga ingin berumah tangga, jadi anak dan ibu sholihah. Pasti harapan semua orang, namun step orang lagi-lagi berbeda. Jikalau suratan takdir menggariskan kita  berjuang dulu,, kita mah apah? Menjalani takdir dengan keikhlasan adalah pilihan bijak. Sangat maklum jika mereka yang tidak ada diposisi yang bersangkutan bisanya cuma nyinyir.

“hanya karna belum, bukan berarti aku tak ingin”

InshaAllah sebentar lagi juga akan sepertimu kok. Ya menikah. Dengan siapa? Dengan yang tertakdir untukku? Lantas jikalau sebentar lagi aku nikah kamu mau apa? Mau jadi sponsor gedung kah? Mau ngendorse cateringnya kah?atau mungkin mau jadi penyumbang sovenir? Ah mulut kalian memang bisanya Cuma nyinyir, koreksi diri napa?  Sudahkah kalian baik? Baik dengan orang tua kalian? Gematikah kalian dengan mertua kalian? Atau malah pertanyaan2 itu ga ada dibenak kalian? Yaa itulah kalian,. Hidupnya sangat mudah untuk melihat dan nyinyirin hidup orang  jika ga sesuai dengan pola pikir kalian. Padahal pola pikir kalian sangatlah kampungan.

“setiap orang punya caranya sendiri kok dalam menjalani hidup, so njenengan mboten sah ngurusi”

Jika orang lain berjalan tidak seperti jalanmu, bukan berarti yang bersangkutan salah jalan. Jika ia tidak sepandai anakmu, maka jangan hakimi ia anak bodoh. Jika sekarang ia belum nikah, bukan berarti kakean milih. Jika sekarang ia masih sendiri, bukan berarti ia pasrah tak usaha. Jika orang lain terlihat misikin dan menderita, bukan berarti ia tak berihtiar berusaha. Yaa setiap orang memiliki cara untuk mensiasati masalah yang ada di kehidupannya. Cara dan solusinyapun tak selalu sama dengan caramu. Jika yang ia lakukan tak sama bukan berarti ia salah dan kamu yang benar. Jangan sok merasa kamu hebat  jem, biasa saja. Apa yang terlihat dimatamu, bukan jawaban mutlak dari pertanyaan2 yang bergelayut dalam benakmu.

fatamorgana

Melihat kehidupan orang itu bak fatamorgana. Terlihat indah..  lebih bahagia.. lebih asyik. Sedangkan apa yang kita jalani seolah sebaliknya. Yakin merasa begitu? Kalau iya cepet2 istighfar yak. Kita ditakdirkan menjalani hidup seliku ini pasti ada tujuannya kok. Tak ada yang kebetulan di muka bumi ini, semua sudah ada dalam skenario panjang-Nya. Allah Maha Asyik, menyelipkan tawa dibalik tangis dan memberi seribu jalan dibalik hamparan masalah.

“hanya karna mereka terlihat kuat, bukan berarti mereka tanpa masalah”

Manusiawi rasanya jika pernah “iri” melihat takdir yang dimiliki orang lain. Hidupnya bahagia tanpa masalah, ingin ini dan itupun semudah membalikkan telapak tangan, di usia muda juga sudah menikah dan berkeluarga,  masih pula memiliki orang tua lengkap. Berjalannya kedewasaan, semua apa yang pernah dirasakan  berbalik. Rasa iri itu berubah menjadi rasa syukur lantaran hikmahnya sudah mulai terasa.
Ditakdirkan ditinggalkan ibu dari kecil mau tidak mau membuat jiwa pejuang muncul. Rasanya dulu air mata adalah teman setia yang tiap hari selalu mengalir. Mengingat perjuangan pasca ibu meninggal adalah solusi jitu jika jiwa ini mulai rapuh dan hancur. Perjuangan yang 15 tahun ini dijalani ternyata tidak mudah dan butuh kekuatan yag luwar biasa untuk melewatinya. Jikalau ditari, rasanya tak sanggup untuk melewati hari-hari kemarin. Si anak kecil yang menyulap dirinya jadi anak dewasa dengan segala ketegarannya.

“bukan karna aku terlihat “pasif”, tak berarti aku pasrah”

Jika dititik umur ini, kenapa kok belum menikah jawabannya hanya satu. Belum ada yang nglamar aja. Bukankah step dari menikah adalah harus ada yang nglamar terlebih dahulu? LOL.. berusaha tidak mendramtisir di setiap step kehidupan adalah pilihan bijak. Meminimalisir mengeluh dengan orang lain terlebih di media sosial juga pilihan bijaksana. Mengingat tidak semua orang peduli dengan kita. Tidak semua orang suka dengan kita dan yang paling jos adalah tidak semua orang yang peduli dengan kita itu tulus. Kita juga harus waspada dengan orang yang sok peduli dengan kita, bukannya su’udzon namun di zaman matre ini, kebanyakan orang hanya kepo bukan peduli. Kepo berbeda dengan peduli.

Berdamai dengan keadaan akan memberikan kemudahan dalam menjalani di setiap step2 kehidupan. Legowo, ora kemrungsung, ihlas, lilo, semeleh adalah rangkaian dampak ketika menjaalani kehidupan dengan berdamai dengan keadaan. Tidak semua kehidupan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan kan? Inginnya ini dan itu, namun hasilnya ono dan oto. Kalau kita tidak berjiwa besar dan ga mau berdamai dengan kenyataan maka yang ada hidup tanpa ketenangan. Ujungnya iri hati, emosi hingga luput pengendalian diri. Naudzubillah.

Jalanilah kehidupan ini dengan sebaik2 jalan, jikalau takdir tidak seperti apa yang kita harpakan maka janganlah putus asa. Bukankah setiap takdir mengatasi ribuan takdir? Yang aku percaya seperti itu. Skenario Allah tak perlu diragukan. Asal kita berjalan di jalan yang sudah Ia gariskan, maka kesedihan maupun gundah gulanapun akan tetap kita hadapi dan jalani dengan hati yang senang. Allah Maha Asyik dan Allah Maha Baik.

Life Love and Laugh


Setiap orang punya masalah kok, tidak hanya kamu. Setiap orang punya salah kok, begitu juga denganmu. Setiap orang pernah punya kebaikan kok, sama halnya denganmu. Jadi kenapa harus menjadi hakim untuk orang lain? Ah sante mawon, urip niku bak putaran roda loh yaa. Sekarang mungkin kamu diatas, esok bahkan lusa tak ada yang tau?


Ojo dumeh,.
Mentang2 baru diberikan kesempatan diatas lalu songongnyaminta ampuun. Kesempatan itupun akan bisa hilang dan berpindah ke orang lain loh ya. Sekarang dihormati, jangan sesumbar kalau selamanya akan menjadi terhormat. Bisa jadi setelah tidak punya jabatan hal sebaliknya akan didapat. ojo dumeh loh yaa.

Sewajarnya..
Jika membenci apapun sewajarnya saja, begitu juga ketika mencintai sesuatu. Batas antara benci dan cinta konon katanya sangat tipis. Tak ada manusia yang sempurnakan gaes? Sehitam-hitamnya orang pasti ada titik putihnya kan? begitu juga seputih-putihnya orang pasti pernah melakukan kesalahan. Memaklumi jika tidak ada orang yang sempurna adalah pilihan tepat. Termasuk didalamnya kita sendiri yang punya banyak kurangnya.

Legowo saja,.
Jika salah ya minta maaflah. Jika disakiti, maafkan dan ikhlaskan sekalipun dya sangat jijik ketika melihatmu. Terima saja jika itu yang terbaik. Orang membenci kita sampai jijik jika melihat kita pasti punya sederet alasan.  Introspeksi sajalah, berbenah apa yang perlu dibenahi. Dan jika suatu hari misalnya, kamu mengetahui alasan kenapa dya sangat jijik lantaran kobong karna lambee sesorang, maka jangan sakit hati. Yang hendak kita lakukan adalah tarik nafas dan tersenyum. Kenapa tersenyum? pertanda kamu sangat jauuh ada di depan mereka. Legowo sajalah. Apapun itu hadapi dan jalani hingga syukuri. Ya mensyukuri karena banyak orang yang telah susah payah memikirkan kita. Thanks yaa..

Hidup ini indah jika kita mampu berdamai dengan keadaan. Mensyukuri setiap takdir yang memilih untuk berkawan dengan kita, baik senang maupun sedih. Sejatinya semua adalah proses untuk pendewasaan diri menuju hal yang lebih baik dan matang. Life Love and Laugh..

#semoga bermanfaat & hidup bahagia

Definisi bekerja

Definisi bekerja itu amanah. Tidak sedikit lulusan dengan titel sarjana sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan impiannya. Tidak berarti yang bersangkutan kurang pintar, kurang beruntung ataupun kurang kurang yang lainnya. Lantas apa dong penyebabnya? salah satunya kebutuhan di dunia kerja tidak sebanding dengan lulusan. Fenomena ini seyogianya menjadi tamparan bagi para pekerja yang sudah dinyatakan berada di tempat yang nyaman dan aman. Bekerja di ruang berAC dan sederet fasilitas lainnya yang sangat kufur jika diingkari kemurahan-Nya.
---------------------------------------------------------------------
Definisi bekerja adalah ujian. Ujian sampai titik mana kita menjalani pekerjaan sesuai dengan koridornya? Apakah yang dicari sebatas uang dan uang? Apakah selepas finger print langsung menghilang ntah kemana asal absen terpenuhi full? ow ow ow...,
---------------------------------------------------------------------
Definisi bekerja adalah terapi. Terapi untuk melatih kesabaran ketika menghadapi rekan kerja yang semau udelnya. Terapi dari kekosongan pikir yang berimbang dengan gosip tralala tralalala. Terapi untuk tidak kewengen turu, yang berujung hidupnya hanya berorientasi mengejar dunia.
---------------------------------------------------------------------
Definisi bekerja adalah rejeki. Yaa rejeki karna transaksi di rekening selalu ada. Rejeki bertemu dengan orang baru. Rejeki dapat semprot dan komplen dari kanan dan kiri. Rejeki dapat gebetan bahkan bertemu dengan si tulang rusuk yang endingnya akan jadi tulang punggung. Eh..
---------------------------------------------------------------------
Definisi bekerja adalah belajar. Siapa bilang belajar kudu di bangku kuliah? belajar sesungguhnya adalah di dunia kerja. Di kampus sering jatuhnya mengupas teori, namun aplikasi nyata yang senyata-nyatanya ada di dunia kerja. Semisal, masa kuliah ga pernah dibahas bagaiamana cara menghadapi rekan kerja yang hobinya makan gaji buta? bagaimana belajar menghadapi sikap kolot si senior? yaa di dunia kerja kita belajar untuk berdamai dengan keadaan. Apapun keadaannya, pekerjaan harus selesai secara profesional sekalipun rasa berkecamuk di dalam dada. Yaa bekerja adalah belajar mengendalikan diri sendiri.
---------------------------------------------------------------------
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

apakah orang nyinyir itu sudah bahagia?

Kita hidup di zaman orang mudah untuk nyacat. Apa yang dibenak mereka adalah hukum yang paling benar, menurutnya. Mutlak bin absolut tidak dapat diganggu gugat keabsahannya. Zaman dimana harga sebuah cermin amaaaaaat mahal.
#manusia tanpa salah
====================================
Hanya bisa nyegir dengan balutan senyuman hambar tatkala apa yg kita lakukan dianggap nihil dan tiada artinya. Seolah apa yang kita lakukan tanpa proses dalam mengerjakannya. Seolah siapa saja bisa mengerjakannya, termasuk didalamnya ybs.
#ah itu karna kamu masih muda, belum nikah
====================================
Seiring berjalannya waktu, momok menjadi seorang jomblo adalah bukan karna tidak ada yg ngingetin makan, mandi, ngerjakan tugas, BAB hingga nguras bak mandi melainkan momok justru dari nyinyiran orla. Seolah jomblo itu hina. Orang jomblo bukan berarti tidak laku loh ya. Ada tipe yang memilih menjadi jomblo sementara sambil memantaskan untuk cinta yg pantas. Apa salah jika mengisi kejombloan dengan nggemateni orang tua? Apa salah jika memaksimalkan energi dan waktu untuk menstabilkan karir dan perekonomian? Apa salah proses memantaskan diri diisi dengan instrospeksi diri?

Hanya bisa nyengir jika selalu disudutkan lantaran tidak ada gandengan. Nyinyiran itu justru menjadi doa, semoga diberikan kelancaran dan kemudahan untuk mendapatkan jodoh yang pantas. Yang kelak semakin bahagia lahir batin, yang kelak semakin sayang orang tua, yang kelak semakin lebih bermanfaat.

Pertanyaanya apakah orang nyinyir itu sudah bahagia? Seberapa dalam rasa sayangnya kepada orang tuanya? Seberapa bermanfaatnya ia terhadap sesamanya? Jawabanya ada di diri masing2.
#save the best for the last
============================== 
#semoga bermanfaat & hidup bahagia


Jangan jadi orang egois

Disadari atau tidak semakin umur bertambah semakin meninggi kesibukan. Jika waktu remaja selo dan masih bisa hahah hihihi melakukan hal2 yang ga jelas, mungkin sekarang tinggal kenangan. Jika dulu masih gampang dimanfaatne sekarang jangan harap. Kenapa bisa terjadi? Karna setiap manusia diberikan ilham  untuk selalu belajar. Belajar dari masa lalu. Belajar untuk mendapatkan hal2 yg lebih baik lagi.

Sempet gondok lantaran berulang kali dilehlehne dengan teman lama. Yang intinya hanya ingin ambil pelajaran dari pertemanan kala itu. Siapa yg ada masalah siapa yang pusing, dll. Hellloo itu hidupmu, silahkan selesaikan permasalahanmu sendiri. Membatasi komunikasi agaknya pilihan bijak. Daripada menjadi keledai yg jatuh berkali2 dit4 yang sama, mending kondisikan keadaan dengan cara tidak intens komunikasi. Sewajarnya saja.

Telinga lama2 merah juga klo harus mendengarkan keluhan2 yang sebenarnya tak perlu di share ke orang lain. Masalah juga akan datang kepada semua orang kok. Namun tinggal bagaimana si orangnya tersebut mencari solusinya. Ga usah lebay jika WA tak dibalas. Klo memang benar2 isi pesan penting juga akan ada balasan. Namun sebaliknya jika hanya citcat ga jelas endingnya males jugaaa.. Buanglah uneg2mu dit4nya. Jangan jadi orang egois lah ya, maunya didengar dan diperhatikan? Tibane g didengar nesu2? Helooo situ siapa? Situ sehat?
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

kangen emak mode on

Dan bikin baper max itu ketika liat anak seumuran bermanja dengan kedua orang tuanya. Mereka ada di depan mata. Karna sama2 sedang menunggu di stasiun.  Bahagia max itu ketika sudah gede tp masih bisa bareng2 dg bapak ibu. Bisa bermanja dengan orang tua utuh. Namanya rejeki seharusnya tidak boleh "meri". Diberikan kesempatan ditemami orang tua itu bagian rejeki yg luwar biasa. Mungkin bagi yg masih memiliki orang tua utuh, hal itu biasa. Bahkan perhatian dan kasih sayang orang tuapun diacuhkan. Hal berbalik terjadi kepada orang yg sudah merasakan terlebih dahulu hidup hanya dengan salah satu orang tua. Bahkan banyak yang dipilih Allah untuk hidup sebagai manusia kuat lantaran  dari kecil tak didampingi bapak ibunya.

Ah jadi kangen emak,.
Bahagia disana ya mak,. Maturnuwun dan alhamdulillah karna doa2mu selama engkau hidup sudah dikabulkan Allah. Bahkan jauuuuh lebih lebih lebih dari yang engkau pinta dulu. Sedih karna kau tak pernah merasakan ajaibnya doamu mak,.  Kini anakmu masih selalu berihtiar untuk jadi anak yg bisa membahagiakanmu disana. Semoga doa2 anakmu ini bisa menjadi peringan dan penolongmu disana. Dan doa2mu dulu masih dan akan tetap jadi penghangat dalam setiap perjalanan anakmu ini.
Love and miss you, now and forever maak..
Allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayaani shoghiiroo

hasil tak akan pernah mengingkari usaha

Hujan sore ini semakin syahdu ketika mendengarkan dendangan seorang kawan. Sambil mengulum senyum sambil angguk2 seraya nglegani apa yg ia ceritakan. Yaa kita hidup dimanapun nyatanya ada saja orang yg tak suka. Bekerja dimanapun pasti ada riak2 kesenjangan. Kesenjangan yg terjadi inilah yg mengawali setiap gesekan. Jika dari kita sadar diri akan kelemahan, instrospeksi diri akan kekurangan maka yg terjadi hubungan di tempat kerja akan kondusif dan nyaman. Jika yg terjadi sebaliknya? Maka kesenjangan yg seharusnya tidak terjadi akan menyulut akal sehat. Sehingga yg dipakai emosi dan emosi. Akal sehat luluh akan emosi dan prasangka.

Jika yg selama ini yg terlihat di TV para birokrat saling tuding dan mencari kesalahan pihak lain, hal terjadi tanpa kecuali di golongan rakyat jelata. Sore ini menyadarkan sepenuhnya, bahwa bekerja itu semata2 bukan hanya urusan gaji. Ada relasi, prestasi hingga reputasi yang akan mewarnai. Logika sederhana saja, berasal dr unit yg sama dg beban kerja yg sama maka tidak menutup kemungkinan outputnya beragam. Lantas yg salah siapa kok berbeda? Jawabnya simpel. Tidak ada yg salah.

Setiap pekerja mempunyai cara menyelesaikan masalah yg dihadapi dg cara masing2 sesuai dg kemampuan dan keahlian yg dimiliki. Jd jika outputnya jelek, maka hal yg perlu dikoreksi adalah diri sendiri. Bukan sebaliknya mengkambinghitamkan keberhasilan orang. Perlu digaris bawahi bahwa hasil tak akan pernah mengingkari usaha. Kalau mau hasil bagus selayaknya memperbaiki kemampuan diri, bukan memprovokatori orang lain untuk membenci.

alasan merahasiakan penderitaan

Ketika lebih memilih merahasiakan penderitaan lebih terhormat dibandingkan curhat kesana kesini. Dunia nyata maupun dunia maya tak perlu tau kita sedang terluka maupun sedang merana. Semua adalah bagian dari perjalanan ybs. Bukan berarti kita merahasiakan dan antipati untuk tidak cerita dg sesama. Pandai2lah mencari t4 untuk menumpahkan segala uneg2. Kita bukanlah artis selebritis yg setiap gerak menarik untuk diikuti. Kita hanyalah manusia biasa yg hidup dialam ketika kamu senang akan banyak yg tak suka, namun ketika kamu nelangsa banyak yg bersuka cita. Sadarlah Naa..

Bijaklah dalam melangkah, sebelum 1000 penyesalan menghampiri. Alih2 bercerita ttg penderitaan kepada orang yg tidak tepat, bukannya empati maupun solusi yg didapat namun umpatan yg terbang mengangkasa. Hati2 kebanyakan dari mereka banyak yang pura2 peduli. Jangan terlalu percaya diri dan merasa banyak orang yang peduli dengan kehidupan kita. Ada yang memang tulus namun banyak yang hanya pura2 peduli dan endingnya menghibah.

Kembalikanlah semua takdir kepada sang pemilikNya. Esok atau lusa jika memang itu baik bagi kita, akan datang pula segala solusi dari problematika yg dihadapi. Baik maupun buruk menurut kita, sudah diatur olehNya untuk kebaikan kita. Adukan semua rasa kepada Sang Kuasa. Biarlah menjadi tugasNya menyatukan kepingan hati dan asa yg sudah terlanjur patah. Ia memberikan sakit pasti dengan penawarnya, memberikan luka gandeng dengan hikmah dan memberikan resah sepaket dengan kemurahanNya. Maka, masihkah galau Naa..?
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

definisi rejeki

Rejeki..

Ya dulu mikirnya definisi rejeki itu mengenai uang dan uang. Beranjak dewasa rejeki di pikiran ini berkembang menjadi uang, jodoh dan teman yang baik. Berjalannya waktu kian dewasa makna rejeki itu meluas. Bekerja dengan lancar, mudah bekerjasama, mudah bergaul, mudah sosialisasi dan adaptasi, serta berdamai dg keadaan adalah deretan rejeki. Yaaa rejeki luar biasa yg diberikan Allah. Tak lupa sifat syukur adalah bagian dr rejeki yg tidak dapat dinilai kecil. Allah memberikan banyak jalan bagi hambaNya untuk belajar. Belajar seluas2nya. Maka nikmat TuhanMu mana yg masih kamu dustakan?

Andaikan ada 2 orang yang diberikan pekerjaan dg porsi yg sama namun jatuhnya ybs lbh cepat, cekatan dan inovatif, bukankah itu kemurahanNya?. Allahuakbar. Paparan diatas bener2 rasa yang kualami. Kerjaan lg crowded2nya dan atas ijin Allah, mudah dan lancar jaya tanpa kendala berarti. MasyaAllah..

Matur nuwun Allah atas anugerah indah nan luar biasa. Bimbinglah hamba ini untuk selalu bersyukur, optimis, damai, ihlas dan semangat dalam menjalani hari2 indah yang telah Engkau takdirkan.
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

menikmati fase kesendirian

Menikmati fase kesendirian dengan segenap kesibukan itu sesuatu banget. cibiran dan cacian bahkan belas kasihan justru yg kerap didapatkan dr respon orang lain. Rasa heran itu selalu muncul ketika mendapatkan belas kasihan. seolah kita adalah makhluk lemah,  hanya belum menikah sering diremehkan.

Tahun ini ataupun tahun depan  aku juga akan menikah kok, tenang saja. Menikah dengan orang yang semakin membuat kami bahagia dunia akhirat. Termasuk didalamnya gemati dengan orang tua dan mertua. Pertanyaannya hanya satu, apakah kamu (yang hobinya mencibir) gemati dg ortumu? mertuamu? Yaa setiap orang memiliki jalannya masing2. Ga usah sok merasa lebih kece ataupun sejenisnya. Setiap titimangsa juga akan membuat kita semakin kuat dan hebat. Ga pa2, sekarang masih sendiri. Bulan depan ataupun akhir tahun jika sudah saatnya menikah juga akan berdua bahkan bertiga hingga seterusnya.

Menghargai proses, menerima kehendakNya, serta memaknai setiap keadaan adalah hal bijak. Jika mereka mudah mencibir karna itu yg mereka bisa lakukan. Justru ini rem bagi kita biar jadi manusia yang berkulaitas. Hidupnya bermanfaat, tidak untuk ngurusi kehidupan orang lain, sedang kehidupan sendiri malah tak berbentuk. 

Allah itu adil, memberikan seseuai kebutuhan dan semua sudah diatur sedemikian rupa. Maksimalkan apa yang ada di depan mata saja Na, jika belum punya pasangan fokus kerjaan dan keluarga dulu aje dah. Do the best of u,.. Biar kelak menikah dan berkeluarga hidupnya lebih mudah, siap, mapan dan tentrem. Gitu saja dah. 

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger