Entradas populares

hikmah yang didapat dari mendewasanya sikap

Benar apa kata orang2 bijak bahwasanya semakin banyak tempaan seseorang maka berbanding lurus  dengan hikmah yang didapatnya. Makin tegar salah satunya. Seiring dengan laju usia, seseorang yang sudah terombang ambing oleh keadaan, ia akan mendewasa. Berikut hikmah yang didapat dari mendewasanya sikap:

Menerima  umpatan caci dan makian
Hidup kadang tak seirama dengan impian. Mimpi mendapatkan tim yang solid namun nyatanya saling menjatuhkan, mencaci, berasumsi negatif dan sikap banci yakni mengumpat dibelakang.  Tak terima? wajar sekali,. terlebih kita sudah merasa memberikan yang terbaik dan semaksimal mungkin dari energi yang tersisa. Nyatanya penghargaan atau apresiasipun jauh dari pelupuk mata. Jika rasa tak terima terus dilawan maka tidak akan berakhir dan tak berujung.  Wujud dari  mendewasanya sikap yakni memilih menerima kenyataan daripada melawan yang sebenarnya sangat bisa dilakukan. Why? menang bakal jadi arang, kalah akan tetap jadi abu. Sesuatu yang tidak ada yang lebih unggul.

Belajar ihlas
Ilmu ihlas adalah ilmu kehidupan yang tidak akan pernah habis untuk dipelajari. Jika kita mendapatkan hal kecewa karna dari kita ada rasa tidak ihlass. Ga percaya? cek aja kisah kalian.. Rasa kecewa akan timbul manakala realita bersebrangan dengan pengharapan. pengharapannya dibantu balik namun realitanya yang dibantu ga tau diri. Pernah ga sih ngalaminhal tersebut?  Jika kita mampu iklas maka hati akan jadi lapang, pikiran tenang, ringan dalam melangkah dan kita akan lega.

Memperbaiki diri
Step by step dalam kehidupan memberikan pelajaran bagi kita untuk selalu bersykur dan belajar memperbaiki diri? Jika diri kita salah maka sebagai wujud dari sisi manusianya adalah menerima kesalahan tersebut untuk segera diperbaiki. Takut berbuat salah nyatanya akan mempersempit langkah kita untuk mengeksplor kemampuan diri. Kuncinya berjalanlah di rel yg lurus, jika insting menggoda untuk berbelok maka janganlah lama-lama untuk segera kembali ke jalan yang sudah digarisNya.   

Mensyukuri pernah melalui masa-masa terpuruk

Setiap orang diberikan kesempatan untuk belajar dari siapapun, dimanapun, kapanpun dengan cara apapun. ketika sedang mengalami hal emejing, katakan pada diri anda bahwa "aku mampu melaluinya dan setelah ini ada hikmah baik yang akan aku dapati". It's mean kita menerima dan ihlas dengan jalan yang diberikan Allah lewat kejadian emejing ini. Bukankah ini semua adalah bagian dari skenarioNya? 
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

maksud dari setiap kejadian

Skenario jalan kehidupan setiap insan manusia penuh dengan rahasia. Begitu juga cabang dan ranting dalam proses dalam kegiatan sehari-harinya, termasuk di dalamnya bertemu dan mau ga mau harus berteman dengan orang yang hobinya nyacat dan selalu berfikiran negatif  [lagi dan lagi]. Bukakankah manusia ini memang tertakdir tak ada yang sempurna? Kehidupan bukankah tak ada yang abadi?

Kita akan tau nikmatnya berbuka, jika kita berpuasa sebelumnya

Kita akan tau apa arti kesetiaan manakala kita tau sebelumnya rasa dihianati

Kita akan tau betapa berharganya seseorang manakala ia sudah tak berada di sisi kita

Kita akan tau indahnya warna pelangi manakala kita mendapati hujan terlebih dahulu

Kita akan tau dahsyatnya ketulusan manakala kita dihantam ketidakberdayaan

Hidup manusia itu adakalanya diwajibkan melewati hal2 yang dirasa tak mengenakkan terlebih dahulu. What for? Untuk mengambil sebanyak-banyak pelajaran dari setiap kejadian.

Kita dapat melihat kesempurnaan dari proses yang gagal

Kita dapat melihat kekuatan dari rajutan asa yang tersisa

Kita dapat melihat indahnya pengorbanan dari ketulusan yang tak bertepi

Kita dapat melihat keberkahan dari rasa syukur yang terpancar

Kita dapat melihat keajaiban dari tekad yang paripurna


Kita dapat melihat maksud dari setiap kejadian. Jika hari ini mengalami hal2 yang kurang mengenakkan maka tetap syukuri dan jalani saja. Berat itu kalau hanya dalam angan tidak dicoba untuk melebur dan mengurai satu2 persatu masalah.

Jika hari ini mengalami kegagalan maka tetap syukuri. Cermatilah dengan hati nuranimu manakala ada hal2 baik yang sudah lama kamu tinggalkan. Periksa kembali niat awalmu.

Jika hari ini mengalami hal menyesakkan di dada maka tetep nikmati saja. Bisa jadi ini hanya masalah sensitifitasmu doang alias kebaperanmu saja.

Apapun yang terjadi di kehidupan ini jalani saja, nikmati saja, esemi saja, dan kompromi sajalah ya biar hati dan pikiran lebih enteng. Jalanilah sesuai dengan aturan Allah, jangan mlenceng2 lagi lah ya.. makin tuwir aturan makin membaik. Atau malah sebaliknya? Hahaha

dibalik doa

Pernah mendengar cerita tentang kesuksesan seseorang yang sangat melejit meng-angkasa dalam perjalanan kariernya. Pinter sih orangnya namun pintar saja tidak pakai bangets. Banyak sekali yang melebihi kemampuannya sebenarnya, namun karirnya sungguh mulus bak paha baby 5 bulan,, alus tanpa benjolan.  Usut punya usut sang ibu le prihatin tenanan. Ada usaha serius dari orang tua untuk kesuksesan sang anak. Kelancaran, kemudahan serta keberuntungan yang diamanahkan ke orang tersebut dari Allah melalui prihatin orang tuanya. Doa orang tua itu sungguh awesome ya ges,. Doa yang ga akan ketolak. Selagi masih orang tua, mintalah doa restu sebanyak-banyaknya karna doa dari orang yang berhati baik dan tulus inshaAllah cepat diijabah olehNya.

Ada juga, orang yang pas2an hidupnya. Pas kalau ngerjakan ujian sekolah bisa. Pas butuh uang buat nabung kuliah ada tawaran kerjaan srabutan. Dan pas pas pas yang lain. Hidupnya memang penuh drama dan liku namun disaat ia tak berdaya karna udah mentok, pas Allah mengirimkan bantuan melalui orang lain. Pernah ada kejadian yang sampai saat ini masih menjadi hal yang bikin haru biru baginya kalau memori itu melintas yakni pertolongan Allah melalui orang lain yg notabennya orang  baru. Kalau sudah rejekinya kali ya, mau orang baru yang dikenal ada saja celah untuk "mendekat" padanya. Orang baru itu bak pahlawan baginya karna ia sangat ringan membantu menyelesaikan kementokan yang tidak hanya satu dua tiga kali itu. Usut punya usut, ternyata orang tersebut sering tanpa disadari memudahkan urusan orang lain dan sekarang ia menuainya. Doa orang lain bisa jadi sampai ke langit loh karena merasa terbantu sangat sekalipun waktu itu ia merasa biasa saja dalam membantunya. Terlebih yang mendoakan lebih dari satu dua tiga.. makin mustajab aja intinya.

Satu lagi ada kisah yang agak kontras dengan 2 kisah diatas. Ada orang yang merasa dizolimi, yang bagi dya ga akan bisa ia lupakan seumur hidupnya. Lantas ia sesumbar bahwa doa orang yang dizolimi (doa dya) akan dikabulkan, sedangkan isi doanya sumpah serapah. Hello? Dizolimi dalam konteks apa dulu nih? Dizolimi versi anda sendiri atau memang murni dizolimi tanpa ada unsur baper?  Pelajaran banget nih, jangan hanya kita merasa dizolimi seolah kita merasa Tuhan yang berhak menghukum lawan bicara kita melalui doa2 kita. Koreksi dulu deh, kalaupun benar kita dizolimi maka doanya seyogianya meminta untuk ybs dibukakan pintu hatinya untuk kembali ke jalan Allah. Laah kalau doanya malah justru sumpah serapah yang "pasti" akan mencelakakan lawan kita, itu namnaya kebalik yang zolim mah. Apalagi lawan bicara kita sudah legowo meminta maaf atas miskomunikasi yang sangat remeh temeh ini. Kalau fenomena ini tidak hanya zolim namun sombong jatuhnya karena merasa punya kekuatan super untuk membalas sakit hatinya.

Ya, kehidupan ini mengajarkan kepada kita banyak hal. Suka-duka, tawa-air mata, bahagia-nestapa dst. Semua mengajarkan kepada kita untuk selalu berbuat baik. Berbuat baik kepada orang tua, saudara hingga sesama. Apa yang kita lakukan dengan hati yang tulus akan kembali kok ke kita dengan balasan yang aduhai indahnya (lihat surat muzzamil ayat terahir). Ribuan maksud terkandung dibalik doa. Doa mendekatkan yang jauh, menenangkan yang sedang gelisah, menjawab dari ribuan tanya, penentram jiwa yang goyah serta peluruh hati yang sedang gemuruh.  Ya Allah Ya Tuhanku,, ijinkan kami menjadi hamba2 yang pandai bersyukur, merasa cukup, mudah berbuat baik serta jauhkan kami dari sifat kikir, sombong nan angkuh. Aamiin.
#semoga bermanfaat & hidup bahagia


gagal itu biasa

Untuk orang macam aku ini, mendapatkan kesempatan untuk belajar hal2 baru adalah rejeki. .
Untuk orang macam aku ini, diberi kesempatan untuk berkembang adalah kebahagiaan..
Untuk orang macam aku ini, diberi target untuk menyelesaikan amanah adalah bagian dari uji nyali,..

Lantas, apakah aku selalu berhasil? selalu lancar? selalu percaya diri?

Jawabnnya tidak, justru sebaliknya. Gagal dan dihujat sudah menjadi kawan, salah-salah kata sudah biasa, ditolak kanan dan kiri sudah umumnya. Namun aku berusaha tak pernah gentar, sekalipun sesekali down [namanya juga manusia kan yak yang punya hati].

Kalau aku takut gagal? lantas kapan mencobanya?
Kalau aku takut dinyinyirin? lantas kapan aku tau kemampuanku sesungguhnya?
Kalau aku takut dinilai buruk? lantas kelarkah hidupku?

Namanya juga manusia yang masih bernyawa, gagal itu biasa aja. Hadapi kegagalan dengan senyuman. Peluk erat kegagalan dan sugestikan diri bahwa ada hikmah dibalik ini. Kenapa harus sugesti diri? biar kita ga terpuruk dan move on. Selama nyawa masih ada di raga, tetep perbaiki kegagalan dan teruslah belajar dan belajar. 

Belajar sEjatinya tidak harus dalam bentuk formal, mengambil hikmah dari setiap kejadian baik dari lawan bicara maupun fenomena apa yang kita lihat dan dengar adalah wahana belajar sepanjang hayat yang dapat kita jadikan pengalaman dan pelajaran berharga. 

Kita hidup memang bermasyarakat dan melekat dengan kehidupan sosial, wajar jika ada angin2 negatif yang berhembus. Kalau kita bijak dan berkompromi dengan hal buruk yang menimpa kita, maka energi negatif tersebut lama kelamaan akan memudar kok. Kok bisa? yaa, kan energi negatif tenggelam didasar samudra. LOL.... Apapun itu jalani dengan segenap hati, segenap rasa dan segenap kekuatan. Optimis yang berbalut rasa realistis akan memperlancar dan mempermudah setiap tindakan kita kok. Percaya deh,..

antara ujian dan hikmah

Kata mereka, uwe ini telat nikah. Hahahaha macam sekolah aja ada kata terlambat? Emang kalau nikah itu umurnya dibatasi ya? Emang pake standarnya siapa? Ya whatever-lah ya namanya juga pendapat netizen yang budiman jadi sah2 saja kali ya. Menikah di usia muda dan menikah di usia matang adalah sebuah takdir yg dimiliki masing2 orang. Satu dengan yang lainnya beragam, begitu juga jalan hidup yang ada di masing2 setiap orang. Pemaknaan didalamnyapun juga beragam.

#siang itu uwe ketemu temen lama, temen sekolah. Selama 12 th pasca lulus, ini adalah pertemuan yang kedua. Dy menikah di usia 21 th telah memiliki 2 anak dan of course telah bersuami. Dya wanita hebat bagiku, karna rejekiNya untuk keluarganya dititipkan di pundaknya. Sang suami berperan untuk momong kedua anaknya. Kerjasama yang mereka ciptakan sunguh apik dan tak mudah setiap orang mampu melakoninya.Saluut..

#semalam uwe ketemu anak muda semester 7 yang udah 2 tahun nikah, ya kira2 ia nikah umur 19 th. Selayaknya anak muda yang masih labil, pertemuan malam itu mirip brisiknya kereta api yang sedang melaju dengan kencangnya dan sulit berhenti. Kata2 menohoknya adalah "kalau mbak kan dulu, kuliah ya mikir kuliah, lha aku kuliah mikir bisnis [mbayar karyawan], mikir suami, mikir mertua dan belum lagi omongan orang2 yang bikin aku selalu down and down, you know lah berbagai usaha sudah kujalani namun aku belum juga hamil". Aku lelah mbak, pungkasnya... dan seketika uwe diam ga tau harus berkata apa...

#disebrang bumi belahan sebelah sana, ada pasangan yang sama2 mencintai dan ideal dimata uwe. Pasangan yang sangat menyayangi keluarga dan hidup rukun. 2 th pernikahan mereka tinggal dalam 1 kota dan ketika melihat mereka rasanya sempurna. Yaa, memiliki pasangan yang gemati dengan suami, sayang dengan orang tua/mertua, anak yang tumbuh dengan sehat, suami kerja mapan dan setiap tahun dinas ke luar negeri.... apalagi coba yang kurang? Sempurna...Dan belum lama ini sang istri memilih LDM karna keterima menjadi salah satu karyawan di sebuah kota. Anak dan suami tetep stay dikota ini. 2 minggu sekali si istri pulang untuk menumpahkan rindu yang teramat sangat dalam. Ketika melihat si anak lucu itu rasanya haru,, sekecil itu sudah jauh dari ibunya sekalipun ada ayah dan para kakek neneknya.

#ada juga yang belum menikah namun  mengisi waktunya dengan usaha2 perbaikan diri. Quality time dengan orang tua, saudara, teman dekat dan berbagi lebih untuk sesama. Sesekali rasa galau itu menyergap namun sesegera mungkin ia tepis. Sebaya dya mungkin rata2 sudah berumah tangga dan punya anak yang sudah besar2 lantas apakabar dya? Namun ia selalu bersyukur karna selalu diberikan hal2 indah yang mungkin tidak didapati oleh teman sebayanya yang sudah menikah. Bertemu dengan orang2 baru, mengenali dan menjalin hubungan sangat baik adalah salah satunya. Ia masih memiliki waktu "luang" lebih untuk memaknai hidup dengan sesama. Berbagai hal yang tak mengenakkan yang kini ia syukuri tak berkesudahan.
  • Merasakan pertolongan Allah yang dekat sekali dengan dihadirkannya seseorang yang menjelma bak pahlawan yang dengan tangan terbuka membantunya setulus hatinya.
  • Merasakan pilunya dibully lantaran belum menemukan jodoh sedangkan usaha sudah dilakukan. 
  • Merasakan nikmatnya pengharapan doa2 hanya padaNya, the one and only Allah.
  • Merasakan pahitnya pengharapan kepada manusia yang berujung kecewa. 
  • Belajar profesional dan tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan sekalipun 4 waktu sholat beberapa hari wajib ia lakukan di kantor. 
  • Menikmati angin malam bercampur linangan air mata yang mendarat di pipi kala punggung, pundak, mata dan tangan rindu kasur sedangkan ia masih berjibaku dengan  macetnya jalanan yang dipenuhi muda/i yang hendak merayakan annyversary.
  • Menjadi bakoh ketika harus mulai lagi dan lagi perkenalan dengan "orang baru". Dari pernyataan dan pertanyaan penting ke ga penting sama sekaleee. Hobimu masih bergelantungan di pohon?  Kalau makan makai tangan apa kaki? Kalau tidur kamu merem ga? (Mbok pikir aku iwak beta?)
  • Merasakan ke-agresifan dari makcomblang yang aduhai bikin senyum2 geli bercampur emosi lantaran seolah makcomblang lebih tau apa yang terbaik bagi mereka.Termasuk didalamnya ngedepi makcomblang yang baper bila harapan dya ga sesukses ekspektasinya.
  • dll
Ada berbagai hal yang hanya dapat kita rasakan dan syukuri antara ujian dan hikmah. Mungkin jika dilihat dengan mata itu sebuah penderitaan dan nestapa namun sebaliknya, jika dimaknai dengan kesyukuran itu berasa sangat indah. "Alhamdulillah kok aku ngalami  kejadian ini" sedangkan banyak orang justru menolak dan berputus asa jika mengalami hal serupa. Kuncinya adalah keihlasan. Banyak hal yang tidak dapat kita paksakan di dunia ini. Banyak hal yang harus kita ikuti alurnya. Hidup akan tenang dan tentram manakala kita mampu menerima. Yaa hidup ini tentang penerimaan. Belum nikah ya udah diterima sambil ihtiar, berdoa dan memperbaiki diri. Jadi tulang punggung keluarga? Ya terima anggap saja ini jihad yang kelak menjadi ladang pahala kita. Ngalami hubungan LDM, ya udah terima saja, bukankah sudah tau konsekuensi di awal? Nikmati rindu yang sewaktu2 menghujam jantung tak beraturan ini.

Jika anda merasa lelah itu lumrah. Allah tidak tidur ges, Allah tau seberat apapun perjuanganmu, Allah tau sekuat apa jiwamu berprasangka baik pada skenarioNya. Allah paham maksud dan tujuan hidup yang hendak kau capai. Allah ngerti banget apa yang kau butuhkan bukan yang kau inginkan. Allah tau betul sebera rapuhnya dirimu, sekalut apa pikiranmu. Apapun itu terima saja. Nikmati hidupmu, syukuri jalanmu, dan maknai takdirmu.. Kelak jiwa akan tenang, damai, tentram, ihlas, legowo dan asik aja menerima setiap tingkatan ujian. Karna Allah tau kapasitas disetiap hambaNya. Jika anda merasa ujian yang anda terima itu berat, itu pertanda anda akan diberikan kebaikan di kehidupan anda. Pertanyaannya adalah sanggupkah menerima dan menjalani itu semua? Yes the answers on you..

Allah itu asik banget

Allah itu asik banget. Akhir2 ini dapat amanah untuk mengerjakan beberapa hal dalam waktu yg bersamaan. Hal2 yg tidak mudah, tidak simpel dan cenderung rumit bahkan wowww. Sampai endingnya hari ini adalah detlen semua pekerjaan teesebut. Yang satu batas maximal kiriman tulisan untuk simposium suatu acara. Yang satu persiapan ubo rampe 2 kegiatan pelatihan di pagi harinya. Yang satu kewajiban laporan rutin bulanan. Yang satu ngurus lomba dengan overload peserta dan hari ini harus mau g mau selesai. Setelah berhari2 merasakan abstrak tak terkira dan dengan kemurahan Allah semua berjalan sangaaaat lancar. Yang awalnya mikir harus pulang jam berapa lagi untuk menyelesaikan semua? Haruskan lembur terus2an? Dan sekejap rasa itu sirna karna Allah kirim kemudahan dan kelancaran.
Antara percaya dan tidak percaya semua dimudahkan  dan diringankan Allah. Rasane pengen nangis. Betapa luwar biasa-nya  Allah. Sangat gampang bagi Allah untuk merubah apapun.  Pelajaran besar hari ini adalah lakukan apapun yang menjadi amanahmu sebaik mungkin, seiklas mungkin dan sebahagia mungkin. Kelak solusi akan mencarimu.

Akan indah jika kamu merasa indah, akan bahagia jika dihatimu rasa itu ada

Yaaa, skenario Allah itu well, tak ada yg nandingi kehebatannya. Semua sudah terkonsep bagi hamba2Nya yg menyadari. Diturunkan masalah itu sepaket kok dengan solusi. Semua ada masanya. Ada masa belajar dan ada masa evaluasi. Tinggal kita sadar ga dg kode2 yg Allah kasih. Kalau endingnya hanya ngeluh dan ngeluh kapan mau pinter? Dikasih kerjaan yg sepele aja udah ngrasa koyo wong terdolimi. Helllo diluar sana ada orang yg punya amanah lebih kompleks namun stay cool aja tuh. Situ ngeluh aja? Makane dolanoo, biar bisa banyak bersyukur.


Takdir itu mengatasi takdir

Dihadapkan dengan kondisi yg bisa dikatakan acakadut itu wow sekali. Permasalahnnya itu sebuah takdir yg kudu dijalani, kudu dialami dan kudu dilewati. Pertanyaannya, bagaimana cara melaluinya? Peluk takdir erat2 dan katakan "hey you, sahabatan yuk". Berdamailah dengan semua takdir yang ada di depanmu, sekalipun kamu rasa kurang membahagiakan. Tak pernah ada yang tau esensi dibalik takdir yg kita jalani ini. Berjalannya waktu jika kita iklas menjalaninya, takdir lain akan menjadi penawar semua gundah. Pelipur semua lara dan penguat semua asa.

Ya, hadapilah jalanilah laluilah dan senyumilah takdirmu. Lakukan apa yg bisa kita lakukan. Lakukan apa yang menjadi urusan kita, selanjutnya pasrahkan senua kepadaNya. Hanya Allah yang Maha Tau apa yg terbaik bagi setiap hamba2Nya. Dan yg ku tau Allah itu asiiiik banget. Maturnuwun Gusti, bimbing kami untuk semakain bersyukur atas semua ketetapanMu.

hidup bukan hanya tentangmu

Hidup ini bukan saja tentangmu ataupun tentangku saja. Jika orang lain tidak bisa seperti apa yang kita inginkan ya legowo saja. Memang sudah dari sononya kalao karakter satu dengan yang lain beda. Beda bukan berarti tidak bisa beriringan. Beda bukan berarti bermusuhan. Beda bukan berarti ada yang lebih kuat ataupun ada sasaran empuk untuk di-buli.

"Orang baru menggeser kedamaianku"
Hello,. dibelahan bumi manapun selagi rotasi masih terus berputar hidup ini maju dengan segala keunikannya. Di dunia kerja sekalipun. dulu jaman masih mesin ketik kita dituntut untuk bisa ngetik dengan resiko kuku entah rasanya. Sekarang dijaman TI dengan segala kelebihannya sangat maklumkali ah  jika dunia kerja menunutut karyawannya update diri dengan sederet skill pendukung kerjaan. Ketika perekrutan karyawan barupun tidak lagi asal2an bahkan gawan, dituntut skill mumpuni dengan sederet gelar yg wajib ada di calon karyawan tsb. Harapannya ybs mampu bersinergi dan mengembangkan instansinya.


"Bukan karna kamu hebat, namun lantaran tak ada yg lain"
Ada di sebuah titik dimana senior ngerasa tergeser dengan hadirnya orang2 baru. Hidupnya sudah tak sedamai  dulu, katanya. Ladang yang selama ini menjadi lahan pribadi hilang direbut oleh orang baru. Orang baru yg notabennya punya ilmu yg sesuai dengan bidang yang ditekuni instansinya. Jika dulu hanya mengandalkan kebiasaan kali ini sudah menjadi sejarah. Apalah arti sebuah ilmu jika tidak kita aplikasikan  yang berimbas dengan kemajuan instansinya


"Nyermin dulu biar rapih"
Orang baru memporak porandakan kedamaian yang selama ini tercipta. Meruntuhkan ketentraman yang slama ini ada. Dan orang baru jahaaat.  Orang baru dengan segala kemampuannya dianggapnya  momok dan biang keladi dari  ketidaknyaman yang slama ini tercipta. Sudah terlalu nyaman dan tak mau berkembang endingnya hanya menyalahkan orang baru yang membawa misi perubahan.


Yaa, hidup ini bukan hanya tentangku saja, atau tentangmu saja. Yang ketika tidak sesuai yng diharapkan dya adalah biang keladi tanpa mau nyermin. Ketawain aja ah, orang kok rempong amit. Sangat maklum semua hanya bermuara tentang kekawatiran. Ketika semua ada dalam relnya seyogianya sante alias woles. Jikalaupun orang baru jahaaat seperti apa yang ada dalam pikirannya, kalau kita tetep di dalam rel kenapa harus takut. Semua ada masanya kok. Mau jahat  sok atuh?  ditrima saja, karna kita tak mampu untuk mengontrol sikap orang lain kepada kita. Ada yang baik di depan tapi busuk dibelakang. Jadi sangat sulit menakar sikap orang lain ke kita. Daripada waktu kita habis mengurusi sikap orang lain lebih baik fokus terhadap diri sendiri. Bagaimana menjadi orang yang menyenangkan. Menjadi pribadi dengan sikap2 positif.

"Mata adalah cermin sikapmu"
Jika ada orang yang aneh denganmu, lihatlah sorot matanya. Mata adalah cerminan dari jiwa yang bersangkutan. Tatap saja matanya ketika berbicara dengannya. Jika yang bersangkutan kok mlengas  mlengos maka tanda tanya itu terpecahkan. Mundur selangkah dan berikan waktu padanya untuk merampungkan permasalahan yang ia rasa dengan kita. Kita juga wajib koreksi loh ya. Kalik kita berbuat salah dengan yang bersangkuatan.  Tentunya jika kita salah pasti tau lah yaa langkah yg seharusnya dilakukan.
Sudah menjadi sifat dasar manusia yakni lebih mudah menyalahkan kesalahan orang lain. Dan akan lebih sulit koreksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Parahnya merasa tak ada yang salah dengan sikap kita. Masak iya ada asap kalao tak ada api? bukan jaman sulap kali ah..  

Apapun kondisinya tetap mawas diri, instrospeksi dan perdalam rasa respek sedalam2nya dengan orang lain. Namanya juga manusia yang memiliki banyak kekurangan dan khilaf. Kalau sekarang mereka yang khilaf, tidak ada yang jamin kita tak akan pernah melakukan hal yang sama dengan mereka. Bersikaplah sebiasa mungkin, sewajarnya dan seharusnya saja. 
#semoga bermanfaat & hidup bahagia


Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger