Entradas populares

hikmah yang didapat dari mendewasanya sikap

Benar apa kata orang2 bijak bahwasanya semakin banyak tempaan seseorang maka berbanding lurus  dengan hikmah yang didapatnya. Makin tegar salah satunya. Seiring dengan laju usia, seseorang yang sudah terombang ambing oleh keadaan, ia akan mendewasa. Berikut hikmah yang didapat dari mendewasanya sikap:

Menerima  umpatan caci dan makian
Hidup kadang tak seirama dengan impian. Mimpi mendapatkan tim yang solid namun nyatanya saling menjatuhkan, mencaci, berasumsi negatif dan sikap banci yakni mengumpat dibelakang.  Tak terima? wajar sekali,. terlebih kita sudah merasa memberikan yang terbaik dan semaksimal mungkin dari energi yang tersisa. Nyatanya penghargaan atau apresiasipun jauh dari pelupuk mata. Jika rasa tak terima terus dilawan maka tidak akan berakhir dan tak berujung.  Wujud dari  mendewasanya sikap yakni memilih menerima kenyataan daripada melawan yang sebenarnya sangat bisa dilakukan. Why? menang bakal jadi arang, kalah akan tetap jadi abu. Sesuatu yang tidak ada yang lebih unggul.

Belajar ihlas
Ilmu ihlas adalah ilmu kehidupan yang tidak akan pernah habis untuk dipelajari. Jika kita mendapatkan hal kecewa karna dari kita ada rasa tidak ihlass. Ga percaya? cek aja kisah kalian.. Rasa kecewa akan timbul manakala realita bersebrangan dengan pengharapan. pengharapannya dibantu balik namun realitanya yang dibantu ga tau diri. Pernah ga sih ngalaminhal tersebut?  Jika kita mampu iklas maka hati akan jadi lapang, pikiran tenang, ringan dalam melangkah dan kita akan lega.

Memperbaiki diri
Step by step dalam kehidupan memberikan pelajaran bagi kita untuk selalu bersykur dan belajar memperbaiki diri? Jika diri kita salah maka sebagai wujud dari sisi manusianya adalah menerima kesalahan tersebut untuk segera diperbaiki. Takut berbuat salah nyatanya akan mempersempit langkah kita untuk mengeksplor kemampuan diri. Kuncinya berjalanlah di rel yg lurus, jika insting menggoda untuk berbelok maka janganlah lama-lama untuk segera kembali ke jalan yang sudah digarisNya.   

Mensyukuri pernah melalui masa-masa terpuruk

Setiap orang diberikan kesempatan untuk belajar dari siapapun, dimanapun, kapanpun dengan cara apapun. ketika sedang mengalami hal emejing, katakan pada diri anda bahwa "aku mampu melaluinya dan setelah ini ada hikmah baik yang akan aku dapati". It's mean kita menerima dan ihlas dengan jalan yang diberikan Allah lewat kejadian emejing ini. Bukankah ini semua adalah bagian dari skenarioNya? 
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

Restart part 2

Aku belajar dari dia yang suka meagung2kan ibadahnya untuk menjadi orang yang tawadhu'. Bagaimana mempertebal keimanan tanpa menghakimi ibadah orang lain yang terlihat oleh mata sangat minim namun pandangan mata itu  bisa saja bias. Tidak semua orang memiliki karakter yang gemar memamerkan apa yang ia kerjakan ataupun vokal terhadap yang dilakukan, sebaliknya banyak sebagian orang lebih nyaman ntuk menyembunyikan  hal2 yang berkaitan dengan penghambaan dengan Tuhan, ia hanya ingin menikmatinya seorang diri. Bermunajat kepada Allah pemilik skernario amazing ini. Jangan sampai niatnya menasihati orang lain tapi ujungnya menyakiti orang lain dan malah merusak pahala diri kita. Geli sendiri sih bila berhadapan dengan karakter orang ini. Setiap manusia berhak untuk berubah kok, dan semua butuh proses. Begitu pula hidayah untuk seseorang datangnya tidaklah bersamaan. Bersyukur kalau hidayah datang terlebih dahulu di hidupmu namun bukan berarti kamu boleh menghakimi orang yang masih otw menjemput hidayahnya 
Pahamilah, "kita tidak dimintai pertanggungjawaban atas dosa orang lain di akhirat kelak"

Aku belajar menghandle diri tetep sehat dari toxic peoples maupun lingkungan sekalipun psikis yang jadi taruhannya. Kita tak mampu  mengatur alur hidup, yang bisa kita atur adalah pikiran kita untuk selalu stabil dan positif. Semua yang terjadi sudah menjadi puzzle garis hidup yang satu dengan lainnya saling terkait sehingga membingkai menjadi hidup yang awesome. Tak pernah kuduga pula berhadapan dengan orang yang keadaan kejiwaannya sedang tidak baik2 saja. Hobi berburuk sangka, menyimpulkan sesuai kehendaknya, berfikir semaunya, menyalahkan orang lain dan ujungnya fitnah dengan segala drama yang ia bangun. Sekali dua kali masih bisa mentoleririnya namun bila bertahun2 keadaanya tidak berubah bahkan malah semakin parah maka keluar dari zona tersebut pilihan terbaik. Tak perlu lagi rasa takut gosip yang akan berhembus karena yang terpenting adalah menyelamatkan kesehatan jiwa kita untuk tetap stabil. 
Begitu juga dengan lingkungan ataupun keadaan yang memiliki budaya curang. Jika kita korbannya maka wajar bila kita sakit hati. Tapi lagi2 ini diluar nalar kita untuk mengahandle kejadian amazing yang datang entah kapannya. Untuk itu peka terhadap diri sendiri dan memilih untuk stay safe & stay healthy its more importhan than overthinking untuk mendramatisiri keadaan. 
Pastikan, "tetep fokus pada tujuan hidup karena hanya kitalah yang dapat merealisasikannya".

Aku belajar makna nrimo dari mereka yang hobi nyinyir, menganggap orang lain rendah, memprovokasi kebencian dan merasa dirinya diatas segalanya. Analoginya tidak jauh dari peribahasa "seperti katak dalam tempurung" lantaran kita tidak menjalani hidup layaknya versi mereka lantas mereka bebas semaunya yang menyedihkan sebenarnya justru "katak" itu sendiri karna ia terkurung di sebuah tempat yang minim sekali terpapar perkembangan informasi. Katak hanya hidup dengan versi yang ia miliki sehingga ia merasa sudah ada diatas angin, sudah paling hits dan paling sempurna. Miris dan ini sungguh banyak terjadi. Mengambil kesimpulan satu sisi dan menghakimi semaunya sudah pasti menjadi rutinitas karakter ini. Kita perlu menguasai ilmu pengetahuan sebanyak mungkin namun ada yang lebih utama darinya yakni mampu menerima perbedaan, saran, kritik dan masukan. Hidup ini tidak hanya tentang anda saja. Kita sama2 menghiruo udara di bumi yang sama, makan masih menggunakan tangan, minum masih melalui mulut, melangkah masih kanan dan kiri secara bergantian dan itu sama dilakukan oleh hampir semua makhluk bumi yang disebut manusia. Lantas apa yang Anda sombongkan? 
Ketahuilah, habit "menghakimi orang lain bukanlah sebuah prestasi membanggakan, sebaliknya hal tersebut justru hal tersebut bernilai murahan, bukankah semua manusia sama dimata Allah melainkan taqwanya? Lantas mengapa Anda masih jumawa?"
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

arti dari sebuah sikap

Bila aku salah kok aku masih merasa baik-baik saja, tolong sadarkan aku. Tolong beri tau aku letak kesalahanku.
Bila aku sudah tau kesalahanku, aku sudah minta maaf setulus hatiku, tolong bukakan pintu maafmu.
Bila kamu merasa kulukai dan itu tak akan bisa kau lupakan sepanjang hidupmu, tolong bantu aku untuk mengurangi rasa bersalahku.
Namun  jika semua hanyalah kebaperanmu yang salah mengartikan sebuah komunikasi?

Hakikatnya masalah adalah  adanya ketidaksingkronan antara realita dengan ekspektasi. Kau jual kebaperanmu ke orang2. Kau obral rasa terdolimi ke smua orang. Biar apa sih? biar dikasihani? atau biar orang2 benci aku? ah monggo saja

Kita hidup tercipta tidak untuk membahagiakan semua orang. Mustahil kita dapat melakukannya. Bila aku salah,aku minta maaf dan instrospeksi diri untuk tak melakukan kesalahan yang sama. Aku sadar kok, kita manusia yang memiliki potensi untuk berbuat salah termasuk anda.

Sekaliber anda yang hebat pun dapat berbuat salah dan menyakiti orang lain. Allah maha penerima taubat hambaNya loh, mosok anda yang tiap pagi sarapan sego telu ngewu mangatus sombongnya mintak ampun.
Aku memilih hidup tentram, apapun itu aku pernah berbuat salah dan dari salah tersebut aku banyak belajar bahwa sebaik apapun niat tak selalu sama penerimaannya. Sekuat apapun menjaga keadaan nyatanya ada saja celah untuk berbuat salah.

Kau bebas menyikapi dengan drama bak sinetron yang ga habis2 episodenya, Kau bebas mau mengingat kejadian tersebut, Kau bebas mencari dukungan dst. Hal yang samapun untuk diriku yakni bebas tidak menganggap kau ada. Lebih baik menjaga silaturahmi dengan seperlunya. Trimakasih atas pelajaran hidup yang anda berikan, sejatinya hidup ini sebuah proses. Bila salah koreksi, bila salah perbaiki bukan didramatisiri. Dan kini aku menyadari apa arti dari sebuah sikap.  
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

bantuan-Mu

Berbagai kisah yang kita alami menempa diri kita untuk menjadi lebih kuat dan berbenah. Disadari atau tidak, Allah mengirimkan orang-orang pilihan-Nya untuk menemani kita menyelesaikan permasalahan yang sedang kita hadapi.

Bagaimana aku bisa melupakanmu?
Bagaimana aku bisa melupakanmu kalau kamu adalah rejeki yang tak mampu terdeskripsikan. Ketulusanmu, kebaikanmu serta kepedulianmu meluluhlantahkan pikiranku. Ketika  jiwa ini sudah pasrah atas semua usaha dan upaya, disitulah Allah bergantian "bekerja". Salah satunya memgirim kamu menjadi patner dalam proses mendewasakan diri ini. Awalnya berpikir, kok kamu? orang yang baru aku kenal yang nyatanya memberikan kesadaran kepadaku bahwasanya solusi dari Allah bisa darimana saja. Skenario Allah sungguh awesome, menghadirkan orang baru yang mengisyaratkan bahwa masih ada loh yang menghargai usahamu, masih ada loh yang berpikir positif tentangmu, masih ada loh yang mendukungmu segenap jiwanya jauh dari ekspektasimu, masih ada loh orang yang menginginkan kamu sukses dan bahagia.

Bagaimana aku mampu membalas kebaikanmu?
Memang masalah itu mampu membuat kita mendewasa. Kita makhluk sosial yang memang tertakdir tak mampu hidup sendiri. Kita didesain olehNya untuk saling tolong menolong. Setelah terbantu dan masalah sudah teratasi, hadir rasa "dengan apa aku bisa membalas kebaikanmu?" Nyatanya doa tulus adalah balasan terdahsyat. Doa yang muncul dari hati terdalam dan kesungguhan. Kita tak mampu bersama dengannya setiap waktu, kita tak mampu untuk stand by manakala dya membutuhkan bantuan kita. Terbatasnya jarak dan kesibukan dapat diredam dengan doa yang kelak doa akan melindunginya dalam setiap langkahnya, yang kelak melancarkan disetiap usahanya, yang kelak akan memudahkan dalam setiap keputusannya, yang kelak akan menjadi kawan dalam setiap pengembaraannya.

Bagaimana aku mampu menjaga hubungan baik ini?
Semakin banyak umur seseorang maka akan semakin banyak pula hal yang dikerjakan dan dipikirkan. Kadang lupa me-maintance hubungan baik dengan orang-orang yang pernah ada untuk kita. Ya lupa bukan melupakan. Lupa hakikat manusia. Jikalau kita sudah nyaman dan senang berteman dengannya, maka perlakukanlah ia layaknya saudara. Kenapa saudara? asumsinya saudara itu punya ikatan. Sesibuk apapun kalau saudara pasti akan menyempatkan hadir dan menyapa. Jikalau tidakpun, bagaimanapun bentuk saudara tetep menempati ruang di hati dan pikiran kita. Sayang sekali jika hubungan yang sangat baik tidak terawat yang berujung putusnya komunikasi dan berujung menjadi sebuah kenangan [saja].


Mereka yang silih berganti hadir di dalam kehidupan kita baik orang yang meninggalkan dan menorehkan tawa, duka, amarah adalah orang-orang pilihan-Nya. Mereka mempunyai waktu untuk membersamai kita. Mereka tak selamanya mampu berbagi suka duka dengan kita karna hidup terus berjalan. Atas nama mengejar cita-cita, cinta dan sederet alasan lainnya, hubungan yang sudah terajut akan memudar dengan sendirinya seiring dengan pertemuan dengan orang-orang baru di pihak kita maupun pihaknya. 

Mengapa terjadi seperti ini? Allah menginginkan kita untuk selalu belajar dan menghargai apa yang ada di depan mata kita. Sudahi bersikap kufur, karna kita akan tau betapa berharganya seseorang kalau kita sudah tak lagi bersamanya. Jangan sekali-kali melukai orang-orang yang mau dan sudi menolong dan menyempatkan waktunya untuk kita. Mereka adalah rejeki yang tak berwujud materi namun rejeki yang berbentuk ketentraman. 

Kok tentram? yaa, karna kita masih punya patner yang tulus ada untuk kita. Bayangkan saja kita punya 1000 teman namun ketika kita terpuruk mereka berbarengan auto sibuk. Sakit hati kan yak? yuk cek kontak di hp,kita jalin silaturahmi yang sempat memudar karna ini dan itu dengan para "pahlawan" di kehidupan kita. Selagi masih ada kesempatan ucapkan terimakasih pada mereka. Jika ada kesempatan bertemu mari luangkan waktu sejenak. Namun jika jarak membentang cukup doakan mereka agar selalu diberikan kesehatan, kelancaran dan kemudahan dalam menjalani kisahnya.

Dear kalian, orang-orang yang dipilih Allah untuk menemaniku dalam mejalani babak per babak di kehidupanku...
Terimakasih ya atas semua kebaikan, waktu, tenaga, telinga, hati,jemari, mata,kuota, sabar, cinta, sayang, empati, welas asih untukku. Semoga semua kebaikanmu kembali padamu ya,. Berkah tersendiri untuk orang macam aku ini diberi kesempatan untuk mengenal dan mengukir kisah dengan orang-orang hebat seperti kalian. Bolehkah aku mengatakan sesuatu hal? Betapa beruntungnya aku dipertemukan dengan kalian dan kalian adalah bentuk karunia Allah yang tak mampu aku dustakan.

#self reminder  

4 pertanyaan yang sering ada di kepala manusia

Hari ini kerjaan ga terlalu padet layaknya bulan2 terakhir jadi lumayan bisa mengistirahatkan sejenak syaraf dan otot2. Tetiba pikiran slow dan adem roso legowo bila mengingat rentetan kejadian  yang aduhai di tahun terakhir ini. Kejadian yang awesome ketika pas hari H ngalami kejadian yungalah rasanya pingin nyerah dan angkat tangan. Berikut 4 pertanyaan yang sering ada di kepala manusia

Kenapa harus ada kecewa?
Hidup memang tak selalu mulus, tak selalu sesuai dengan eksprektasi. Banyak hal yang jauh bahkan menjauh dari harapan. Kecewa diciptakan agar kita tidak salah menyandarkan harap. Kita sering mengharapkan orang lain balik berbuat balik ke kita atas semua perjuangan yang telah kita berikan padanya. Gentenan istilah bahasa jawanya. Ya, setelah membantu harapannya oneday bakal dibantu dya balik lah ya. Seringnya justru berlawanan. Orang yang sudah kita bantu lupa tuh dan biasa aja, sedangkan kita masih punya harapan dy bakal balas budi, terlebih kita sedang dikondisi yang sangat terpuruk yang notabennya butuh sangat bantuan orang lain. Hal yang sering terjadi, banyak perselisihan yang diawali oleh konsep salah berharap dan berujung kecewa. Luruskan niat saja lah ya, klo niatnya menolong ya sudah tolong sesuai kemampaun, no tendensi lain. Jika ada kesempatan untuk memudahkan urusan orang, maka lakukan saja karna kesempatan tak kan terulang. Singkirkan rasa ingin balik ditolong atau dibantu. Allah g tidur kok ges, apa yang sudah kita usahakan sudah pasti ada catetannya dan balasan versi Allah akan jauh lebih baik dibanding versi manusia tentunya. Kecewa mengajarkan kita untuk selalu menyandarkan harap hanya padaNya, bukan yang lain.


Kenapa harus ada perpisahan?
Perpisahan mengajarkan kita untuk selalu menghargai apa yang kita miliki, apa yang kita hadapi, apa yang kita sayangi. Dunia ini sementara ges, kita hidup dan berdampingan dengan yang kita sayang juga ada waktunya. Kita g mampu untuk mengatur seseorang untuk stay dengan kita, kita tak punya hak mendekte Allah untuk mengabulkan cita2 kita untuk melewati fase2 indah bersama orang2 terkasih.  Lagi2  skenario Allah jauh lebih romantis, so sweet, dan awesome. Tugas kita hanya menjaga apa yang ada di depan mata kita, menghargai orang2 yang telah menyayangi diri kita. Memuliakan orang2 yang telah berjasa dalam perjalan kita, memberi waktu dan hati untuk mereka yang stand by me jika kita dalam kondisi terpuruk. Perpisahan mengajarkan arti menghargai, menyayangi, ketulusan dan cinta kasih. Hargailah semua hal yang sedang kau jalani karna semua berkuota. Jika kuotanya habis, habis pula kisah bersamanya.


Kenapa harus ada permusuhan?
Permusuhan sejatinya adalah sebuah cinta yang tertunda. Cinta yang tak tersampaikan. Cinta yang tak bersambut. Ketika rasa benci melanda di dada, cobalah cek dan muhasabah diri kita, sejatinya kenapa bisa muncul rasa benci? apakah aku yang iri? apakah aku yang baper? apakah2 lainnya. Permusuhan mengajarkan kita makna ketulusan dan keihlasan. Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan masing2, jika kita mampu meredam ego tentunya permusuhan akan terminimalisir dan dunia akan terasa jauh lebih nyaman dan indah.


Kenapa harus ada jarak?
Jarak mengajarkan kita untuk menjadi umat yang bergantung padaNya. Umat yang qonaah dan ihlas menjalani setiap takdir yang Ia tulis. Jarak pula yang mengingatkan kita bahwa kehidupan ini keras. Hidup tak hanya butuh kepura2an namun kesungguhan. Jarak menjadikan kita hamba yang selalu merasa lemah, kecil dan tak berdaya di hadapanNya. Jarak pula yang menghadirikan kerinduan. Namun kerap kali pula jarak membuat kita gundah gulana.


Kehidupan memberi warna warni disetiap kejadian yang membuat kita selalu mengingat Allah. Tuhan yang selalu memberikan jalan keluar terhadap semua persoalan bagi hambaNya. Kejadian per-kejadian yang singgah di kehidupan ini layaknya buku sejarah yang tak mampu kita skip dan hilangkan. Ia terkenang dan terekam dalam memori sebagai rem dalam pengambilan  keputusan dikemudian kelak. Tak lupa sebagai reminder bagi kita untuk tidak lagi salah melangkah.      
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

Menghargai kehidupan orang lain



Hanya karena mudah dimintai tolong, bukan berarti mudah dimanfaatkan
“dikei ati ngrogoh liyane” itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kalimat diatas. Realita yang sering terjadi, orang baik sering dimanfaatkan dan disakiti karena ia selalu menganggap semua orang lain sama baiknya dengan dya. Nyatanya sangat berlawanan. Terlebih orang yang tidak tega-an kerap menjadi sasaran untuk dimanfaatkan dengan dalil ini dan itu untuk mengambil rasa empatinya.

Hanya karena tidak pernah story di medsos, bukan berarti tak punya activity
Mungkin ada orang yang selama hidupnya belum pernah menggunakan aplikasi story di medsos-nya. Bisa jadi memang belum merasa butuh atau memang hal tersebut menjadi pilihan hidupnya karena ia merasa lebih baik tak melakukan. Bisa jadi yang bersangkutan real story-nya detik per detik luar biasa. Aktivitasnya padat dan berkualitas, bisa jadi yang bersangkutan takut membuat orang yang melihat setiap update-an story-nya merasa paling merana karena tak seberuntung dya. 

Hanya karena belum menikah, bukan berarti tidak normal
Semakin tua usia seseorang, maka akan semakin lebih banyak pertimbangan untuk menjatuhkan pilihan pendamping di kehidupannya. Boleh-lah jika sebagian orang nge-judge ia pemilih. Nyatanya memang ia memilih. Ya, memilih kepada siapa hatinya akan dilabuhkan. Ya memilih siapa kelak yang akan menjadi patner ibadah terlamanya. Wajar jika semakin dewasa seseorang, cara berfikirnya lebih realistis, karena kehidupan pernikahan membutuhkan jiwa2 yang siap berdamai dengan keadaan, siap melebur ego, siap berjibaku dengan keadaan yang mungkin belum pernah ia rasakan, siap bertanggungjawab atas pilihan dan siap mempertanggungjawabkan kepemimpinan pada-Nya.

Kebiasaan manusia adalah menilai dari apa yang terlihat diluar dan itu wajar. Hal tersebut tidak akan jadi sebuah masalah yang berarti manakala kita sebagai manusia mampu nepakne keadaan orang lain di kehidupan kita. Bisa jadi orang yang bahagia di kehidupan nyata, ia tak sempat untuk mencari pengakuan didunia maya. Quality time yang ia bangun bersama orang tua dan keluarga tak mampu ia diskripsikan dengan rangkaian kata. Jalinan hubungan baik dengan sahabat karibnya bisa jadi sudah menembus ke relung jiwanya sehingga sahabat rasa saudara yang memang benar2 layaknya mirror. Bisa jadi ia tak punya banyak sahabat, namun beberapa sahabat nyata yang bertipe mirror baginya lebih dari cukup dibanding ribuan sahabat yang layaknya shadow di dunia maya.

Menghargai kehidupan orang lain akan jauh lebih menenangkan dan menentramkan. Saling menghargai dan menghindari dari rasa "uwe lebih oke.." akan jauh melegakan. Rasa ayem-pun akan muncul dengan sendirinya manakala orang terdekat mendapatkan keberuntungan, yang ada justru malah kitanya yang heboh merasakan keberuntungan tersebut. Misalnya sahabat dapat penghargaan dari kantornya akan prestasi yang ia torehkan. Ekspresi reflex yang akan muncul kita akan senang gembira ria bak kita yang dapat penghargaan tersebut. Jika kita bisa me-maintance hati kita terus seperti hal tersebut, maka kita akan terhindar dari rasa iri, dengki, kufur dan merasa lebih dibandingkan dengan orang lain. Namun tetap saja akan dan tetap kembali lagi ke masing2 orang. Jadi mau pilih yang mana? respect or nyinyir
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

berbuat baiklah kapanpun. dimanapun dengan siapapun!

Ditolong orang berhati tulus iklas tanpa pamrih itu raasanya sesuatu banget, terlebih orang tersebut adalah orang yang baru dikenal. Orang baru yang menorehkan warna di kehidupan ini dengan cara awesome. Allah itu maha romantis, skenario yang Ia buat selalu menakjubkan dan menakjubkan, susah ditebak, buat penasaran namun endingnya pasti terbaek bagi kitanya. 

Siang ini, dapat WA dari temen roso sedulur yang mengungkapkan bahagianya yang katanya diriku ini selalu ada untuk menolongnya, selalu mendoakan dan meyemangati dikala yang lain lari menjauh darinya. Sebegitunya, gumamku. Tak selang beberapa detik, pikiran ini melayang ke kejadian beberapa bulan yang lalu yang mana diriku ada diposisi temen roso sedulurku ini [menjadi pihak tertolong dikala keadaan lemah tak berdaya].

Bisa jadi apa yang diberikan adalah hal yang sangat biasa bin sewajarnya, namun penerimaan orang yang kita tolong sebaliknya. Ia merasa terbantu dengan kehadiran kita, parahnya kita dianggapnya bak pahlawan yang "berjasa" dalam membantu permasalahan peliknya. Memang kita tidak dapat hidup sendiri. Kecambah aja kalau mau tumbuh dy butuh air dan matahari kok, apalagi kita yang memang darisononya terprogram tak mampu berdiri sendiri.

Siapapun yang hadir dalam kehidupanmu adalah orang2 pilihan Allah yang akan membungkusmu menjadi manusia yang lebih keren, sekalipun dengan skenario dizolimi, dihinati, dinyinyiri dll. Yang wajib dilakukan the one and only yakni penerimaan. Terima aja dah apapaun itu.

Ambil semua pelajaran sebanyak mungkin dan ucapkan pada diri kita bahwa ini adalah hal2 baik yang kelak mendewasakan kita. Doakan mereka yang menyakiti kita, karna mereka sejatinya orang baik yang kelupaan jalan pulang. Mereka hanya lupa bagaimana cara menjaga hati biar tidak mudah kotor, mereka hanya lupa men-service rem mulut mereka untuk tidak blong alias mudah nyinyir, dan mereka hanyalah lupa bagaimana menjadi orang bahagia sekalipun dalam keadaan yang terbatas.

Pastinya tak lupa pula mendoakan mereka yang telah dengan tulus hatinya ada untuk kita, meluangkan tenaga dan waktunya untuk menghibur kita. Ia adalah anugrah dan rezeki dari Allah yang khusus diberikan untuk kita. Tidak semua orang dapat seberuntung kita bisa merasakan hidup berdampingan dengan orang berhati tulus.

Adakalanya, kita kebingungan harus membalas dengan apa atas kebaikan yang telah ia lakukan? Doakan saja. Minta sama Allah untuk memudahkan setiap langkahnya, diberkahai setiap usahanaya, diberi keberuntungan dalam setiap geraknya dan tak lupa selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Sekalipun kita tak mampu berjabat tangan setiap hari, nyatanya doa ini dapat mendekatkan dan mengeratkan. Kembalikan semua kepada Allah karena Allah Maha Baik, Allah Maha Asik, Allah Maha Romantik. Karena kita tidak pernah tau doa2 mana dan doa2 dari siapa yang diijabah oleh Allah.

Pelajaran terbaik dari kisah diatas yakni: tolonglah, bantulah, permudahlah urusan orang lain. Milikilah hati tulus ihlas yang tak bertendensi apapun ketika melakukan hal kebaikan dan niatkan semua karena Allah semata. Tak lupa doakan setulusnya, sedalamnya dan seihlasnya untuk mereka yang ada di hati agar diberikan kesehatan, keberkahan dan keselamatan. Kita tak akan pernah tau keberhasilan yang kita dapatkan kali ini adalah rangkaian doanya siapa? Selalu mengingatkan diri ini untuk selalu waspada dan menjauhkan dari watak "aku kok.." atas keberhasilan yang didapat, karna bisa jadi ini semua karna doa2 yang mengakasa dari mereka di 1/3 malam-Nya yang tak pernah kita ketahui. So, berbuat baiklah kapanpun. dimanapun dengan siapapun!
#semoga bermanfaat & hidup bahagia

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger