Entradas populares

Hidup tenang is my dream

Manusia pada dasarnya ingin dihargai, bukan berarti ingin dipuja. Disadari atau tidak itu sebuah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, jika tidak maka akan timbul rasa kurang nyaman dan sejenisnya. 

Pernahkah kalian berada dalam posisi dimana lingkunganmu anti apresiasi? Haram menghargai, bahkan tidak mengenal rasa terima kasih. Sedangkan hal² tersebut adalah hal dasar yang bikin hubungan manusia bisa lebih harmonis. 

Kamu berprestasi tapi membuat mereka iri, kamu unggul namun membuat mereka terpukul, kamu bercahaya namun membuat mereka cedera, bahkan kamu menarik membuat mereka tercabik².

Adakalanya, orang lain sengaja mematikan sinarmu, menghentikan langkahmu, menjauhkanmu dari berbagai macam potensi,  bahkan tindakan gilanya adalah menyebar fitnah keji supaya kamu dibenci. 

Fenomena ini sungguh menyakitkan jika benar² terjadi, namun ingat bahwa semua di luar kendali. Manusia hanya bisa do the best but tidak semua hal terjadi dapat ia kendalikan. 

Rasa sakit itu wajar, muak menjadi hal lumrah, dan ingin rasanya tidak terima adalah hal yang sangat manusiawi. Jika kita tidak mampu mengelola reaksi dari sakit hati ini maka yang ada kita menjadi orang yang hidupnya tidak tenang dan merasa seumur hidup penuh dendam. 

Kita dapat memilih berdamai dengan keadaan dan mencari tempat dimana kita lebih dihargai. Mengganti teman, circle, bahkan menghilang dari people toxic adalah bentuk penghargaan kepada diri kita. Bukti cinta kita terhadap hidup kita. Kita berhak untuk mementingkan kesehatan lahir batin kita, sekali lagi mementingkan diri kita. 

Bersikaplah dewasa, jangan kaku

Jangan-lah risau, aku baik-baik saja,

Cukuplah kita bersikap dewasa atas apa yang menjadi kehendak semesta,

Belajar menerima segala takdir dengan tangan terbuka, 

Memberikan hati dan langkah kita semakin legawa.


Aku dan kamu tidak bisa menjadi kita, 

Bukan berarti akhir dunia, 

Ingat, hidup tidak tentang kita, 

Namun tentang siapa yang mampu menerima perannya. 


Masih ingat bagaimana sorot matamu, 

Masih melekat bagaimana cerianya dirimu, 

Bahkan masih terngiang bagaimana renyahnya tawamu, 

Tapi yang disisimu bukan lagi aku. 


Dunia ku akan terus berjalan, 

Walo kita tidak bisa beriringan, 

Sedih beserta tanda tanya-nya sudah aku lepaskan, 

Demi ketenangan di masa depan. 


Genggamlah tangan dan hatinya, 

Yang sudah menjadikanmu dunianya, 

Buang dan tutup semua angan² masa muda, 

Cukup jalani dan nikmati hidupmu dengannya. 


Lantas bagaimana kamu?, tanyamu, 

Aku? Aku akan melanjutkan hidupku, 

Bagian hidup yang sudah menjadi jalan takdir perjalananku, 

Tak perlu risau, kau dengannya dan aku dengan segala takdir terbaikku. 


Sederhana hal yang membahagiakanku, 

Cukup bersikaplah dewasa, jangan kaku denganku, 

Aku menghargai hidupmu, pun sama kamu menghargai proses ku, 

Do'akan saja, kelak aku menemukan penyempurna jiwaku, meskipun itu bukan kamu. 


Lega bisa cut off kamu

Syukur tak terhingga ketika finally kita bisa cut off orang terdekat yang problematik. Ya, segala toleransi sudah tidak lagi bisa menahan gemuruh di dada dan muaranya mengembalikan semua kepada Allah. Meminta jalan terbaik kepada Allah atas kekacauan mental yang beberapa tahun ini mencoba disembunyikan atas nama ga enak e. 

Cukup Allah Maha penyembuh dan Maha pemberi solusi terbaik. Pinta dalam doa semoga banyak jalan untuk dapat mengurai hubungan yang sudah sangat toxic ini. Dan benar ketika kita sudah pasrah sama Allah dengan segala daya upaya-nya, Allah lah yang menurunkan ribuan solusi yang bikin takjub dan ga pernah disangka bentuknya. 

Rasanya ada space 80% di waktu, memori, tenaga maupun emosi yang terbebaskan. So, dengan kata lain orang tersebut so toxic kan ya? Ambil pelajarannya ya, jadilah lebih bijak dan dewasa dalam berhubungan dengan orang lain, entah pertemanan, asmara, bertetangga maupun bermasyarakat. 

Jika dari awal gelagatnya kok orang ini hanya memanfaatkan ya, yuk sesegera mungkin ambil sikap. Sudahi denial dan ribuan prasangka baik yang sebenarnya kamu sedang perang dengan hati kecilmu. Ya dya bukan orang baik tapi kamu mempertahankan hanya karena ga enakan. 

Sayangi dirimu lebih, stop memikirkan urusan orang lain, dan fokuslah pada goals hidupmu. Dya bahkan mereka hanyalah orang lain yang akan tetap jadi orang lain di hidupmu. So, biasa aja dalam berhubungan dengan orang lain. Perkuat saja hubungan dengan TuhanMu yang Maha segalanya, bukan malah sebaliknya. 

*self reminder

Oneday giliranmu direndahkan oleh Allah

Direndahkan hanya karna belum nikah. Sedangkan dirinya selingkuh dengan dengan suami orang dan suaminya yg LDM punya affair juga dengan gadis ibu kota yang jauh lebih menarik darinya. 

Direndahkan hanya karna belum punya mobil. Fun fact nya dia dapat donatur dari orang tuanya dan ngejual warisan suaminya. So jika selama ini sombong tentang harta yang dimiliki maka tidaklah fair mengingat harta dya tidak hanya dari gaji tapi dari ngejual warisan mertua. 

Direndahkan karna dianggap cupu dan ga gaul. In real life hanya ga seneng story di medsos atau WA aja sih. Nyatanya banyak disayangi, mudah diterima dalam lingkungan baru, punya banyak teman dari berbagai kalangan usia, dan jadi orang yang selalu diandalkan. Kualitas diri yang sangat penting. Dan part ter-gong nya adalah dya ga punya teman, yaps real teman. 

Direndahkan hanya karena dya memandang orang lain bad, hanya dirinya yang selalu on point, selalu glowing, pusat rotasi bumi,selalu menjadi trend centre dan sejenisnya. Fun factnya itu hanya ada di pikiran dya aja. Selera dya justru norak dan apa yang dipakai entah kenapa jadi B aja padahal apa yang dibeli selalu mahal. 

Direndahkan hanya karena terlihat miskin dan penampilan sederhana. Sederhana is best choice for her so apa yang salah? Sederhana tidak berlebihan, sederhana bukan berarti kemproh, kumal, dan tetap update informasi. Lantas apa yang harus dipermasalahkan jika ia nyaman degan style pilihannya. Apakah itu mengganggu pemandanganmu? Atau justru pikiranmu yang terganggu? 

Direndahkan karena kamu tumbuh dan berkembang pesat dengan cara menyebarkan gosip murahan bahkan mencari² celah kesalahan dan kelemahan untuk menjatuhkanmu. Ada apa sih hidupmu kok segini bangetnya karaktermu? 


Gaes, hidup sejatinya sebatas bergantian peran. Jika sekarang belum, bukan berarti tidak. Semua akan ada fase dan waktunya. Jika sekarang ada di atas serba kecukupan, bukan berarti akan selamanya, akan ada ujian dia setiap chapter kehidupan manusia. Kalo sekarang dibantu, next kita akan tiba saatnya untuk ngebantu, dst. Pertanyaan sederhananya, apakah ada orang yang akan mau ngebantu jika karaktermu sungguh dluar batas kewajaran manusia? Atau kamu dewa yang penuh kuasa seperti apa yang kamu sering ungkapkan? 

Yuk dunia udah di ujung zaman, perbaiki diri aja dah. Kurang² i jahat sama orang lain. Ga lucu kan jika kamu lagi jahat dan doa para orang² yang kamu dzolimi serentak terkabul sedangkan posisi kamu sedang dibawah, poor, dan tak berdaya. Nauzubillah.. 

Ketenangan dari set bounderies

Hal indah apa yang sudah kamu dapatkan di tahun 2025? Mungkin ada yang sudah nikah, mendapatkan pasangan tepat, punya mobil, punya rumah impian, bisa beli barang² branded, dan sejenisnya. Namun bisa tegas dengan diri sendiri adalah pencapaian yang tidak boleh dianggap remeh. Kenapa? Tegas dengan diri sendiri sama dengan mencintai diri sendiri. 

Manusia itu seringnya mementingkan orang lain, mengupayakan kebahagiaan orang lain sampai dya lupa kebahagiaannya bahkan haknya diri sendiri. Terlebih jika sedang terjebak di keadaan maju kena, mundur pun susah. Terlanjur berhubungan baik sama manusia yang lain hingga rasanya susah untuk ngasih bounderies alhasil dirinya hancur sendiri. 

Orang itu kalo udah dibaikin, biasanya nglunjak. Kalo dirasa orang itu solutif dan enak diajak curhat, seringnya ga tanggung² untuk menjadikan ybs tempat sampah untuk membuang uneg². Terlebih jika berhadapan dengan orang yang sangat menghargai jika ada orang yang curhat ke dirinya, wah jika ga beruntung ya hanya dimanfaatkan. 

Okelah dimanfaatkan hingga kewalahan yang berujung mengganggu aktivitas alias curhatnya udah ga tau diri maka solusi terbaik adalah mundur dan ngasih ketegasan pada diri sendiri bahwa sudah cukup. Jika dulu dijadikan call center 911 alias emengency call maka saat ini sudah cukup, tidak berlaku lagi. 

Stop memberi akses kepada orang lain yang tidak mampu menghargaimu. Batasan diri itu sangat penting supaya orang lain dapat menghargai kita. Batas mana yang boleh diakses orang lain dan bagian mana yang tidak boleh. Ya kali seumur hidup akan jadi tempat sampah. 

Jadi tempat sampah itu gpp, karna manusia itu sama² punya sampah namun jika sudah tidak imbang? Kewalahan pastinya. Terlebih jika ketika curhat bilang ABC namun kamu liat di realita XYZ, Jauuuuh. Bagaimana jika itu repeat selama puluhan purnama? Ndembik coy, kayak orang bodoh banget gitu pastinya. 

So, saatnya melepaskan apa yang bukan tanggung jawab kita. Ambil pelajarannya, pilihlah teman yang bisa SALING. Jikapun tidak menemukannya, sendirian itu jauh better than ketemu teman yang egois. Udah curhat ga kenal waktu, dinasehati iya² tp realita berbanding terbalik, giliran kamu curhat ditinggal chatingan sambil senyum² sendiri, dan disaat kamu chat sering ga di balas walo sak tenane chat kamu sudah dibaca. 

Kasihan amat sih, pertemanan bagian mana yang masih harus dipertahankan? Yang paling bener ya buat batasan, sejauh hubungan baik aja sesama manusia. Toh temenmu ga cuma satu kan? Orang² yang peduli sama kamu masih banyak kan? Tak bisiki sini, kamu ga rugi kehilangan temen yang egois, sebaliknya dya yang rugi kehilangan teman setulus kamu. Jika dya belum merasakan, itu hanya waktu saja. Ribuan orang dapat lalu lalang di hidup kita, namun orang tulus akan stay tanpa harus diminta. 

Sambut ketenangan di awal tahun

Hidup tenang itu memang membahagiakan. Mensyukuri apapun yang dimiliki tanpa harus membandingkan apa yang dimiliki orang lain adalah hal jitu. Semakin menyederhanakan pemikiran, maka semakin mudah kita untuk bersyukur. 

Tidak kaya raya, tapi  selalu diberikan rasa cukup atas nikmat Allah sehingga bisa berbagi dengan keluarga ataupun orang lain adalah hal yang nyes dihati. Ketika ditakdirkan oleh Allah menjadi salah satu sinar di keluarga dan dijadikan perantara rejeki Allah untuk keluarga adalah hal yang luar biasa senangnya. 

Ada tawa, ungkapan terima kasih, lantunan syukur, hingga begitu banyak pengharapan yang dipanjatkan rasanya sungguh tak ada duanya. Hidup rukun dengan keluarga juga merupakan bagian dari penyempurna takdir ini yang bukan berarti hidup tak pernah ada masalah ya. Masalah akan selalu ada namun Allah memberikan sekaligus paket solusinya. Sungguh nikmat Tuhan yang tak kampung aku sembunyikan. 

Kemampuan mensyukuri setiap takdir merupakan bagian dari rejeki yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan itu. Nyatanya ketenangan tidak serta merta hadir dari yang yang banyak, harta melimpah, keluarga lengkap, bahkan jabatan yang mentereng. Sebaliknya ketenangan akan hadir kepada jiwa yang mau dan mampu menerima takdir sabuk dan menyambutnya dengan sepenuh hati bahwa hal tersebut adalah hal baik. 

Ketenangan adalah pantulan dari rasa syukur yang tidak harus bersyarat jika hartanya 500 juta, emasnya 50kg, usaha tambangnya lancar, dst. Nyatanya mampu mindfulnes atas apa yang jadi takdir adalah bentuk konsep yang medapatangkan ketenangan. Alhamdulilah bisa makan, bisa kentut, bisa BAB, bisa berbagi dengan keluarga /orang lain, bisa merasakan kebahagiaan teman yang sedang mengalami keberhasilan, dll. 

So, pupuk dan siramilah jiwa sehingga mudah bersyukur sehingga jiwa mudah tenang, terhindar dari iri hati, dan selalu berprasangka baik atas takdir yang sedang menyapa di kehidupan ini. 


Welcome 2026,

Semoga semakin sehat, panjang umur, happy, ayem, tentrem, tenang, bijaksana, tegas, disiplin, produktif, beruntung, mulia, dijauhkan dari orang dzolim, dijauhkan dari orang yang hobi memanfaatkan, dan lebih menyayangi serta memprioritaskan diri sendiri. Cheer to many best chapter of this year. Aamiin.. 

Hiduplah dengan orang yang kekurangannya mampu kamu tolerir

Konteks disini adalah interaksi manusia dengan sesama. Dapat dengan teman, sahabat, tetangga, pacar, pasangan, dst. Relationship antar manusia itu lucu, unik, seru, dan penuh dinamika. POV disini adalah semua manusia memiliki sisi baik dan tidak ada yang sempurna. Namun tips supaya hidupmu happy, tenang, dan damai adalah pilihlah orang baik yang kekurangannya dapat kamu tolerir. 

Ketika kamu bertetangga dan akrab dengannya, sering saling bantu dan hubungan kalian sangat baik namun kamu memilih menepi karena tidak dapat mentolerir bahwa dya suka playing victim dan menyalahkan orang lain atas kelakuannya maka sikapmu itu sehat. 


Ketika kamu hanya dijadikan opsi dan tempat sampah oleh teman baikmu. Didatangi karna dya butuh curhat denganmu. Fast respon balas chatmu karena ada kepentingan, dan kamu memilih melambaikan tangan karena kamu tidak dapat mentolerir kekurangannya maka kamu masih menggunakan logika sehat dalam berteman. Mana ada orang yang mau dijadikan tempat sampah terus menerus kan ya.. 


Ketika kamu sedang dekat dengan lawan jenis, berniat serius, bahkan tipemu banget, saling memiliki ketertarikan namun kamu memilih mundur karena tidak bisa mentolerir bahwa orang tuanya hobi KDRT maka kamu manusia yang masih menggunakan logika. 


Ketika kamu sedang PDKT, benih² ketertarikan itu sudah mulai tumbuh namun kamu baru tau kalo masa lalunya kelam, rumit, dan potensi drama sehingga kamu memilih mundur daripada menuruti hawa napsu maka kamu itu sedang diselamatkan karna masih logis tidak terjebak oleh fatamorgana perasaan.

Salut sama orang yang mampu menerima masa lalu pasangan yang kelam, terbuat apa hatinya mampu bertahan disetiap harinya menghadapi pasangan yang belum selesai dengan masa lalu bahkan tidak akan pernah selesai. Anda hebat tuan.. So ketika logika masih dominan dibanding perasaan maka itu keren. Sebaliknya jika tidak mampu mentolerir masa lalu pasangan bye lebih baik. 


Ketika tetanggamu hobi menceritakan harta bendanya, jumlah perhiasannya mencapai puluhan kilo, bisnis tambang batu baranya yang melesat pesat, pacarnya yang selalu ada buatnya, progres pembangunan istana megahnya dan sederet cerita yang tidak bisa kamu tampung di logika sehatmu maka memilih putar balik adalah pilihan jos dan tepat. Jika tidak disudahi maka akan berujung toxic dan melelahkan. 


Sebaik apapun teman, tetangga, ataupun manusia bentuk apapun dimuka bumi ini pantas kamu jauhi jika sudah membuatmu lelah, capek, terbebani, dan mengganggumu. Hidup penuh pilihan kok, jika kamu memilih menyelamatkan kesehatan mentalmu maka itu pilihan tepat. Biarkan mereka dengan hidup dan pilihannya. Sekali lagi, hidup mereka bukan tanggung jawab kita. So, fokuslah sama diri kita sendiri. 

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger