Entradas populares

Bersikaplah dewasa, jangan kaku

Jangan-lah risau, aku baik-baik saja,

Cukuplah kita bersikap dewasa atas apa yang menjadi kehendak semesta,

Belajar menerima segala takdir dengan tangan terbuka, 

Memberikan hati dan langkah kita semakin legawa.


Aku dan kamu tidak bisa menjadi kita, 

Bukan berarti akhir dunia, 

Ingat, hidup tidak tentang kita, 

Namun tentang siapa yang mampu menerima perannya. 


Masih ingat bagaimana sorot matamu, 

Masih melekat bagaimana cerianya dirimu, 

Bahkan masih terngiang bagaimana renyahnya tawamu, 

Tapi yang disisimu bukan lagi aku. 


Dunia ku akan terus berjalan, 

Walo kita tidak bisa beriringan, 

Sedih beserta tanda tanya-nya sudah aku lepaskan, 

Demi ketenangan di masa depan. 


Genggamlah tangan dan hatinya, 

Yang sudah menjadikanmu dunianya, 

Buang dan tutup semua angan² masa muda, 

Cukup jalani dan nikmati hidupmu dengannya. 


Lantas bagaimana kamu?, tanyamu, 

Aku? Aku akan melanjutkan hidupku, 

Bagian hidup yang sudah menjadi jalan takdir perjalananku, 

Tak perlu risau, kau dengannya dan aku dengan segala takdir terbaikku. 


Sederhana hal yang membahagiakanku, 

Cukup bersikaplah dewasa, jangan kaku, 

Aku menghargai hidupmu, pun sama kamu menghargai proses ku, 

Do'akan saja, kelak aku menemukan penyempurna jiwaku, meskipun itu bukan kamu. 


Lega bisa cut off kamu

Syukur tak terhingga ketika finally kita bisa cut off orang terdekat yang problematik. Ya, segala toleransi sudah tidak lagi bisa menahan gemuruh di dada dan muaranya mengembalikan semua kepada Allah. Meminta jalan terbaik kepada Allah atas kekacauan mental yang beberapa tahun ini mencoba disembunyikan atas nama ga enak e. 

Cukup Allah Maha penyembuh dan Maha pemberi solusi terbaik. Pinta dalam doa semoga banyak jalan untuk dapat mengurai hubungan yang sudah sangat toxic ini. Dan benar ketika kita sudah pasrah sama Allah dengan segala daya upaya-nya, Allah lah yang menurunkan ribuan solusi yang bikin takjub dan ga pernah disangka bentuknya. 

Rasanya ada space 80% di waktu, memori, tenaga maupun emosi yang terbebaskan. So, dengan kata lain orang tersebut so toxic kan ya? Ambil pelajarannya ya, jadilah lebih bijak dan dewasa dalam berhubungan dengan orang lain, entah pertemanan, asmara, bertetangga maupun bermasyarakat. 

Jika dari awal gelagatnya kok orang ini hanya memanfaatkan ya, yuk sesegera mungkin ambil sikap. Sudahi denial dan ribuan prasangka baik yang sebenarnya kamu sedang perang dengan hati kecilmu. Ya dya bukan orang baik tapi kamu mempertahankan hanya karena ga enakan. 

Sayangi dirimu lebih, stop memikirkan urusan orang lain, dan fokuslah pada goals hidupmu. Dya bahkan mereka hanyalah orang lain yang akan tetap jadi orang lain di hidupmu. So, biasa aja dalam berhubungan dengan orang lain. Perkuat saja hubungan dengan TuhanMu yang Maha segalanya, bukan malah sebaliknya. 

*self reminder

Sadarkan diri dan ambillah sikap

Memilih fokus sama diri sendiri dan lebih menghargai diri sendiri adalah langkah dewasa dan bijak setelah sekian lamanya kamu terjebak di zona tidak enakan. Walau prosesnya tidak simpel nyatanya keberhasilan tersebut memberikan dampak yang luar biasa. Tidak lagi peduli dengan drama orang lain, tidak lagi punya kewajiban untuk mendengarkan segala curhat yang bikin muak, dan yang jelas justru punya waktu luang untuk diri sendiri. 

Orang lain is orang lain dengan segala egoisnya. Mau ngelak? Manusia itu egois dan penuh taktik di hidupnya, bedanya ada yang tau diri dan tidak aja. Kadarnya saja yang berbeda. Jika kamu ketemu yang ga tau diri ya kamu bakal dimanfaatkan sejauh kamu menguntungkan dya, sebaliknya ga bermanfaat atau ga ada di pihaknya maka boro²  chat di balas ya. Ingat, ini real fact. 

Orang yang ngejauhi teman baiknya itu banyak faktornya, satu diantaranya karena pemaklumannya sudah ada limit. Setelah sekian panjang perjalanan, selalu ada pemakluman dan kesabaran. Namun lagi² kalo harus maklumin hal² konyol sepanjang waktu maka tidak akan ada orang yang siap. Orang yang sudah mati rasa itu serem, dya ga akan peduli apapun dengan hidup orang yang dituju sekalipun dulu pernah akrab. 

Hidup itu saling berganti peran, prinsipnya. Tapi kalo hanya satu sisi dan tidak mau ganti peran ya paet. Maunya dingertiin terus menerus, maunya didengar selalu, maunya direspon baik, dst. Ya kalo cuma maunya begitu tapi ga mau gantian memahami, empati, peduli, dll ya semua akan menghilang dan pergi di waktu terbaiknya. 

Gila aja menurutku cerita temen kemarin, dya happy banget karena 80% permasalahan dya nyatanya karena interaksi dengan temannya. Ya satu orang membawa beban berat mentalnya ternyata. Setelah bener² cut off nyatanya hidupnya lebih enteng, ceria, free, menyenangkan, lega, tidak obt, dll. Wooow seperngaruh itu ternyata berkawan dengan orang lain tu. 

Dalam obrolan ada sebuah statement yang intinya, "ga se-happy gimana jika aku sudah bebas menjadi tempat sampah, bebas dari drama kolosalnya, berhenti di prank terus menerus, dan yang jelas aku sudah tidak obt karena kisah tidak masuk akalnya". Jika ditarik ke ranah pertemanan, inti dari semua ini adalah pandailah dalam memilih teman. Pastikan dulu dya seperti apa dan bagaimana. Tak lupa biasa aja dalam berteman, tidak perlu berlebihan bahkan terjebak dalam zona tidak enakan. Hussssst... 

Kadang orang memilih pergi itu karena sudah tidak dihargai. Segala bentuk curhat mungkin dya masih bisa menampung walo dengan muaknya, namun jika sudah tidak dihargai? Mana ada yang sanggup. Definisi menghargai disini meliputi kalo diajak ngobrol ga malah asyik chat sama orang lain sambil ketawa². Gila aja kan ya, kita lagi seru cerita, dya sibuk main HP. Seolah hidup dan nyawa dya di HP tersebut. Dan part ter-gongnya adalah dya udah baca chat kita tapi memang sengaja ga dibalas aja. Ban*ke kan.. 

Memilih ngejauh jika kondisi tersebut adalah pilihan bijak karna melindungi mental diri sendiri. Sadar bahwa kita bukan lagi prioritasnya karna kita sudah tidak sejalan dengan pemikirannya. Ga inget tuh pas lagi butuh²nya? Telpon, chat, ketemuan ga inget waktu dan hanya ngomongin masalah yang sama, repeat. Dari kisah ini banyak pelajaran bahwa biasa aja dah berteman dan carilah teman yang tau diri aja. 

Setelah sadar bahwa kita hanya dimanfaatkan maka segeralah ambil sikap. Jangan lama² terjebak di kondisi tersebut. Temukan orang2 yang tulus lainnya, eksplor diri lebih banyak, gunakan waktu free mu untuk me time, gunakan waktu sengganggmu untuk menikmati masa kebebasan ini. Sungguh tak ada hal seindah ini, terbebas dari drama orang toxic. Mainkan saja peran di hidupmu, cukup fokus dengan skenario per skenario yang jadi jalan hidupmu. Tutup pintu rapat² untuk orang yang datang hajya karena butuh, dan tetaplah menjadi orang baik yang memiliki sikap untuk bisa tegas sama diri sendiri. 

Oneday giliranmu direndahkan oleh Allah

Direndahkan hanya karna belum nikah. Sedangkan dirinya selingkuh dengan dengan suami orang dan suaminya yg LDM punya affair juga dengan gadis ibu kota yang jauh lebih menarik darinya. 

Direndahkan hanya karna belum punya mobil. Fun fact nya dia dapat donatur dari orang tuanya dan ngejual warisan suaminya. So jika selama ini sombong tentang harta yang dimiliki maka tidaklah fair mengingat harta dya tidak hanya dari gaji tapi dari ngejual warisan mertua. 

Direndahkan karna dianggap cupu dan ga gaul. In real life hanya ga seneng story di medsos atau WA aja sih. Nyatanya banyak disayangi, mudah diterima dalam lingkungan baru, punya banyak teman dari berbagai kalangan usia, dan jadi orang yang selalu diandalkan. Kualitas diri yang sangat penting. Dan part ter-gong nya adalah dya ga punya teman, yaps real teman. 

Direndahkan hanya karena dya memandang orang lain bad, hanya dirinya yang selalu on point, selalu glowing, pusat rotasi bumi,selalu menjadi trend centre dan sejenisnya. Fun factnya itu hanya ada di pikiran dya aja. Selera dya justru norak dan apa yang dipakai entah kenapa jadi B aja padahal apa yang dibeli selalu mahal. 

Direndahkan hanya karena terlihat miskin dan penampilan sederhana. Sederhana is best choice for her so apa yang salah? Sederhana tidak berlebihan, sederhana bukan berarti kemproh, kumal, dan tetap update informasi. Lantas apa yang harus dipermasalahkan jika ia nyaman degan style pilihannya. Apakah itu mengganggu pemandanganmu? Atau justru pikiranmu yang terganggu? 

Direndahkan karena kamu tumbuh dan berkembang pesat dengan cara menyebarkan gosip murahan bahkan mencari² celah kesalahan dan kelemahan untuk menjatuhkanmu. Ada apa sih hidupmu kok segini bangetnya karaktermu? 


Gaes, hidup sejatinya sebatas bergantian peran. Jika sekarang belum, bukan berarti tidak. Semua akan ada fase dan waktunya. Jika sekarang ada di atas serba kecukupan, bukan berarti akan selamanya, akan ada ujian dia setiap chapter kehidupan manusia. Kalo sekarang dibantu, next kita akan tiba saatnya untuk ngebantu, dst. Pertanyaan sederhananya, apakah ada orang yang akan mau ngebantu jika karaktermu sungguh dluar batas kewajaran manusia? Atau kamu dewa yang penuh kuasa seperti apa yang kamu sering ungkapkan? 

Yuk dunia udah di ujung zaman, perbaiki diri aja dah. Kurang² i jahat sama orang lain. Ga lucu kan jika kamu lagi jahat dan doa para orang² yang kamu dzolimi serentak terkabul sedangkan posisi kamu sedang dibawah, poor, dan tak berdaya. Nauzubillah.. 

Melelahkan untuk diingat

Lupakan kejadian menyebalkan menahun itu dan ambil pelajaran berharganya saja. Bahwa tidak semua makhluk di bumi ini berhak mendapatkan waktu, energi, pikiran, serta ketulusan kita. Yaps berjalanlah dan bersikaplah sewajarnya saja. Jika dulu pernah bodo* menganggap dya atau mereka teman baik yang sudah menolong kita lantas kita effort berlebihan untuk membalasnya hingga yang ada malah terjerembab dalam keadaan toxic maka STOP. 

Prinsip, kita harus dan wajib mengingat jasa orang lain di hidup kita, silahkan berbalas budi semampumu meskipun tidak sama persis dengan yang sudah ia berikan. Terpenting dari itu semua adalah niatan baik kita untuk selalu menghargai orang² yang sudah berperan di hidup kita. Sebaliknya jika kita tidak beruntung, tanpa menggunakan logika, hidup dengan denial maka ada kemungkinan kitalah yang akan dimanfaatkan. 

Best learningnya adalah, sewajarnya saja menghadapi manusia. Lagi² karena kamu akan kecewa dengan segala ekspektasi mu. Jika ingat² lagi ngerasa konyol, bodo* karena terjebak ingin membalas kebaikan orang lain. Telpon ga tau waktu, berjam², ga mau tau kondisi kita sedang apa dan bagaimana. Sedangkan telpon ga penting hanya seputaran repeat drama yang diciptakan sendiri namun merasa korban dan butuh validasi. Atas nama "dya pernah menolongku" lantas hal ini dinormalisasi bertahun² hingga limit toleransi. Gila aja diterus-terusin..

Dasarnya manusia ya, kalo udah dibaikin mah malah nglunjak. Satu drama masih berlangsung, muncul drama baru lagi atas nama didzolimi. Yaudah nasehat meluncur hingga mulut berbuza kan ya, eh tau² nya dya happy aja tuh ama musuhnya. Bisa²nya nongki bareng haha hihi... (lah kok terbalik). Oh jadi kalo curhat itu pas lagi musuhan sama temennya, ini dan itu. Tapi setelah reda bestian lagi. Wakkk bertahun² jadi tempat sampah kayak gini. Paet..

Ter-gongnya adalah ketika kamu seolah jadi orang yang tidak pernah mendukung keputusannya. Sedangkan keputusannya adalah hal sesat dan siapapun orangnya yang tau duduk perkaranya pasti 98% akan sependapat bahwa hal itu sangat tidak dibenarkan dari sudut manapun. Monggo saja dah, hidup² lu kan, silahkan tanggung semua resikonya. Jangan kalo ada masalah buang uneg² kesini dan every single day butuh validasi. Maap ye, aku bukan lagi tempat sampah, dan terima kasih sudah menyadarkan aku untuk stop meladenimu.

Fix, dya bukan teman yang baik untukmu. Dya baik, ya tapi bukan yang tepat untukmu. Bye² saja. Gunakan sisa hidupmu untuk berkawan dengan orang yang satu frekuensi saja, yang tidak melelahkan, membuatmu capek, ngebebanin kamu, dan yang jelas carilah teman yang mampu menghargaimu. Ya kali, ketika kamu udah mulai berubah, perlahan  tidak menanggapi curhatan toxic nya, lantas dya sengaja ga balas chat kamu, sengaja sok sibuk, sengaja ini itu. Padahal udah dibaca tuh chat kamu. 

Memang manusia itu lucu ya, syukuri aja atas pertemananmu yang seru ini. Ini hanya satu dari banyaknya teman yang kamu miliki. Jadi kehilangan satu teman toxic its better than kamu bersamanya. Ga kebayang segila apa ya,  tiap hari buang sampah emosi terus menerus, ingin dingertiin, pamer harta, validasi kehebatan, egonya sungguh tinggi. Apapun itu, yuk syukuri karna kamu diselamatkan dari orang yang tidak tepat untukmu, pun sama dya juga diselamatkan dari kamu yang ga suka dramanya, yang tidak bisa jadi minyak drama hidupnya. 


Cukup dan lepaskan

Ya minimal sadar diri, harus tau diri ketika kamu sudah tidak dihargai. Setelah sekian panjang kamu denial dan menganggap dya atau mereka adalah orang baik yang layak kamu beri waktu dan energimu maka sadarlah akan ada masanya untuk STOP. Stop ketika dya hanya datang karena butuh, oke kamu punya toleransi but sampai kapan? Sampai limit dan kamu mau menunggu terkurasnya energimu kah? Atau harus menunggu emosimu acak²an dan butuh konsul ke psikolog? 

Dya ataupun mereka yang sengaja membalas chatmu lama bahkan mengabaikan chatmu. Sedangkan chat kamu sudah dya baca, terlebih orang itu tidak bisa jauh dari HP. Ya kamu harus sadar diri bahwa kamu bukan prioritasnya lagi, chatmu ga penting karena kamu tidak lagi memberikan manfaat untuk hidupnya. Kamu sudah menyadari bahwa kamu sudah tidak bisa menerima curhatan dramanya yang ga akan pernah berakhir itu so inilah konsekuensinya. Sengaja tuh entar² aja dah balas chatmu,. 

Dya ataupun mereka ada di depanmu tapi tidak untuk jiwanya. Kalo dya cerita kamu dengerin secara seksama, tp klo kamu yang cerita? Ah boro² didengerin palingan ditinggal chatingan sama orang lain. Hey kamuuu jangan bod*h ya, cukup². Hargai dirimu dong, skip dan tinggalkan orang macam itu yang tidak dapat menghargai tenaga, pikiran, dan energimu. You deserved better. Bukankah temanmu banyak? Percayalah dya yang kelimpungan kehilangan teman setulus kamu, yaps bukan kamu yang kehilangan teman. Temanmu masih banyaak yang lebih tulus, fair, dan lebih menghargaimu kan,. 

Ngeri lho berhadapan dengan orang tulus, jika tulusnya tidak lagi dihargai jangan harap kamu akan menemukan dya di cerita hidupmu, sebaliknya dya akan menutup pintu rapat² kisahnya sehingga kamu akan sulit mengaksesnya. Jikapun bisa, itu hanya topik umum yang dipilih dya untuk dibahas, tidak untuk the whole of their life. Bayangin dulu aja dah, dulu kamu sedekat nadi, yang apa² tau tiba² sekarang aksesnya ditutup... Seru kan,. 

Hargai siapapun yang hadir di hidupmu, entah dya memberikan manfaat ataupun sebaliknya. Jangan sok merasa paling penting dan layak untuk didengarkan setiap curhatmu. Dya mendengarkan curhatmu karna dya menghargai kamu, namun apa kabar kamu? Sengaja nih dilama²in mbalesnya karena udah ga ada yang bisa dimanfaatkan kan? Ada ternyata jenis manusia macam ini,.

Jika kamu pingin tau, apa sih perasaan orang yang sudah tidak dihargai dan dya punya sikap memilih balik kanan meninggalkanmu? Ketahuilah dya happy dan tenang lho. Orang yang bisa mengharagai orang lain itu temennnya pasti tidak satu atau dua. Jika dya memilih hanya punya close friends sedikit maka itu pilihannya, bukan karena ia tak mampu memiliki banayak teman. Ia PD dan tidak takut kehilangan teman pastinya, terlebih kehilangan teman yang model memanfaatkan gitu. Dengan langkah tegap dya skip ybs. Byeeee. Mentalnya aman dan yang jelas waktunya lebih banyak untuk hal² yang lebih penting termasuk untuk mengurusi dirinya sendiri. 

Muak ternyata ya jika mengingat hal semacam ini, ada banyak rasa penyesalan kenapa ya dulu sebodo* itu menyia²kan waktu dan membuang tenaga untuk menghadapi orang yang aslinya tidak bisa menghargai kita. Nasi sudah jadi bubur, ambil pelajarannya aja deh. Cukup ga mau lagi punya temen begituan. Cukup² dan jaga pertemanan mu yang lain dengan orang² yang selalu ada buatmu, yang tulusnya tanpa perlu tandingan, dan yang pedulinya asli bukan karna ada faktor lainnya. 

Sang koruptor waktu

Seorang lama tergopoh-gopoh siang itu bercerita tentang kemarahannya. Ia menceritakan pengalaman baru yang ia temui. Ada fenomena menarik di setiap pagi para pekerja fokus untuk bisa sampai kantor dengan selamat tanpa telat. Ada yang lintas kecamatan, kelurahan, kota, kabupaten, bahkan lintas propinsi. Bagaimana perasaanmu jika kamu baru tahu bahwa selama ini temenmu curang. Ya dya nembak presensi dari rumahnya. Dengan pengetahuan yang dimiliki tidak semakin membuatnya menjadi orang yang lebih baik tapi sebaliknya. 

Atas nama apapun, ini perbuatan curang. Kerja is kerja. Dunia profesional haruslah tidak dicampuradukkan dengan dunia yang lain. Repot ngurus keluarga? Yakali bergaji tapi ga mau merekrut orang untuk membantunya nganter anaknya misalnya. Alih² pingin semuanya berjalan lancar sehingga menghalalkan segala cara dengan cara nembak presensi. 

Sungguh kenyataan yang membuat hati miris. Disaat para pegawai berjibaku melawan truk pasir, bis besar, kemacetan, eh dya dengan tidak berdosanya nembak presensi dari rumahnya. Caranya? Ada sebuah alat yang dipasangkan di LAN kantor. Jika ini dilakukan oleh orang yang brengs*k mungkin reaksinya akan terasa B aja. Ya, dya yang selalu membawa agama dalam kesehariaan, dya yang apa² berkedok berkah, dya yang selalu memproklamirkan tidak ingin merusak kehidupannua dengan cara "curang" sekalipun ada teman yang membutuhkan bantuannya. Namun lagi² dya manusia biasa nyatanya. 

Tahun berganti tahun aksi tersebut telah dilakukan. Hal ini barulah diendus oleh beberapa orang. Bagaimana jika dunia kantornya tau? Apa tidak semuanya akan menghujatnya? Apa semua orang seraya mendapatkan validasi bahwa dya layak kalo tidak punya teman. 

Benar, bahwa perbuatan dya "tidak semerugikan orang lain" tapi dya sama² koruptor. Ya koruptor waktu. Jahat, licik, egois, dan ga terpikirkan di radar manusia normal lainnya. Naudzubillah.. 

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger