Entradas populares

Carilah tempat dimana kamu dihargai

Di dunia yang tidak abadi ini, mencari orang yang secara lahir batin tulus itu sulit. Terlebih di era serba kompetisi seperti hari ini. Kebanyakan orang ingin berlomba² menjadi si paling. Eksistensi sangat dipuja dan diagung²kan. Validasi diperlukan dimana² untuk menunjukkan ini loh aku.. 

Fenomena di atas tidak dapat dipungkiri, namun tidak semua orang gila akan pengakuan. Masih ada yang sengaja ingin slow living, menikmati setiap helaan nafas dengan penuh kesyukuran. Menjalani ritme hidup dengan kelapangan. Memang orang macan ini tidak famous, tidak terpandang, dan terlihat tidak punya teman. 

Bagi orang yang hidupnya private, ia lebih menikmati kualitas. Ia tipikal orang yang memaknai setiap moment secara mindfulness. Ia akan hadir dalam setiap momen. Sebagai contoh, temannya curhat ada masalah dengan rekan kerjanya, ia dengan segala kesadaran hadir menjadi pendengar yang baik, memberikan sudut pandang yang berbeda, dan dengan pikiran luasnya ia memvalidasi perasaan temannya tersebut. Sehingga yang dirasakan temannya itu ringan setelah curhat dengannya. 

Jika kamu sudah menemukan orang tipe seperti ini di hidupmu, ketahuilah privilage jalur teman sudah kamu dapatkan. Jaga pertemanan baik². Bukan hanya karena dya mau dan mampu mendengarkan curhatmu secara berulang² lantas kamu seenaknya ya. Kita juga harus jadi manusia yang  tau waktu, mau bergantian mengerti keadaan satu dengan yang lainnya, bukan yang inginnya didengar dan dingertiin selalu. Jangan ya dek ya... Dya hanya manusia biasa lho, kalo sudah tidak dihargai ya dya akan cabut dari hidup lo. 

Jika itu terjadi, siapa yang rugi? Yaps kita. Dya mah asik² aja karna beban hidupnya berkurang karena sudah terlepas dari drama yang selalu keluar dari mulut kita. Teman dya banyak, jadi kalo hanya kehilangan teman macam kita mah ga akan ada ngaruhnya di hidupnya. Dya akan tetep happy dengan hidup dan segala perjuangannya. Kitalah yang justru akan gigit jari, karena terlena tidak merawat pertemanan dengan dya hanya lantaran dya mau diapa²in juga sabar ngadepin kita. Sekali lagi, dya hanya manusia. Ketika usaha dan perjuangannya tidak dihargai ya bye.. Nangislah kitanya... 


Hargai temenmu sebelum ia memilih pergi

Pertemanan itu harusnya kedua belah pihak, jika hanya searah yang ada hanya menyakitkan. Effort-nya hanya kayak angin, berlalu dan hanya berasa sesaat. Pertemanan awet itu kuncinya cuma satu yakni menghargai. Ya, menghargai sekecil apapun yang temen berikan, begitu juga sebaliknya. Jika hanya ingin didengar tapi enggan mendengarkan balik ya lama-kelamaan ga akan bertahan pertemanan tersebut. Benar, berusaha mendengarkan balik cerita temannya namun jiwanya tidak ada di dalam obrolan tersebut ya sama aja kecuuut. Apalagi jika mendengarkan cerita temannya sengaja disambi dengan chatingan sama orang lain sambil senyum-senyum sendiri. Repeat. Wah itu terlalu bangeet. 


Alkisah, 
Kamu punya teman dan dya sangat benciii sama seseorang karena sering  diusik, disakiti oleh orang yang hobi banget jahil, iri, sombong, merasa paling benar, dan happy kalo orang lain sengsara. Temenmu tersebut sangat tidak tertarik dengan hidup orang jahil tersebut. Ia tidak suka pamer pencapaian, namun menariknya ia dikasih kesempatan Allah untuk punya banyak support system yang tulus², mudah punya teman, dan dunianya berbeda dengan orang jahil tersebut. Meskipun demikian masih aja sering disenggol². Jika ada pilihan untuk blokir all akses komunikasi maka jalan tersebut akan dipilihnya. Sayangnya sejauh itu tidak tersedia.

Banyak korban yang serupa, para korban bila bertemu maka akan meluapkan rasa gemuruh sakit hatinya atas perlakuan dya. Rata² korbannya adalah orang yang sama sekali tidak tertarik dengan dunianya. Dya-nya saja yang memang hobi untuk mencari masalah. Happy aja gitu bila dya mampu menjahili dan membuat orang lain celaka dengan tangannya. Seolah dya akan abadi kali yaa hidupnya. Ngeri kali lah orang ini.. Seolah tidak akan tersentuh maut, penderitaan, siksa kubur, azab, karma, dll. 

Di perjalanan waktu, takdir membawamu dekat dengan orang jahil tersebut. Kamupun sering juga mengalami hal yang sama, sesekali dijahili namun kamu tidak bisa menjauh dari dya karena alasan tertentu. Setiap kamu sakit hati olehnya, kamu pasti lari ke temen baikmu itu. Dari segala rumus pengendalian diri hingga curcol tentang dalamnya sakit hatinyapun keluar. Repeat.  Alasan temen baikmu memberikan nasihat ini itu karena ia merasa terpanggil jiwanya dikarenakan ia pernah diposisimu. Setulus itu temenmu.

Ada sebagian orang yang memiliki jiwa pengamat, menoleransi apapun dengan sangat bijak, mencoba memandang apapun dengan segala sudut. Nah satu diantaranya adalah temen baikmu itu. Jika kamu lagi disakiti orang jahil tersebut kamu mengadu ke temen baikmu dan kalo udah baikan kamu main lagi sama orang jahil tersebut laksana besti. Itu hak kamu mau main dengan siapapun. Namun yang janggal dan seharusnya tidak kamu lakukan adalah menambahi rasa sakit hati temen baikmu itu dengan ketidak-konsistenmu. Kalau memang masih pingin berteman dengan keduanya sebaiknya telan mentah² drama sakit hatimu karena orang jahil tersebut. Keep aja untuk dirimu sendiri. Konsekuensi berteman dengan karakter si jahil salah satunya sakit hati. 
 

Diajak mbahas tentang orang yang sering menyakiti hati itu tidak mudah. Mau tidak mau keinget memori² buruk yang lalu. Luka yang berusaha dikubur, kembali lagi. Lantas kapan sembuhnya jika terus²an diajak mbahas orang tersebut. Plotwist nya orang tersebut bestian dengan orang yang hobi jahilin kita. Berasa kayak di prank berkali². Tiap curhat sudah berusaha memberikan solusi, ini dan itu tapi ga guna dan sia². 

Hak setiap orang berteman dengan siapapun, pun sama hak setiap orang untuk memilih menyelamatkan mental, daripada overthinking yang ga ada ujungnya. Mari menyeleksi kembali deretan orang² yang layak menjadi prioritas di hidup kita. Refocus dan restart untuk membuka lembaran baru. Sayangi diri, fokus terhadap apa yang bisa dikendalikan, dan jangan biarkan hal² buruk masuk dalam hidup kita. Tak ada yang abadi, termasuk pertemanan. Semua ada limitnya. Jadilah teman yang baik, karena memori baik ini yang kelak akan menemani dalam ingatannya. 

"Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orang, dan setiap orang di setiap masa ada kenangannya" 

Jadilah kenangan indah dan layak untuk diingat oleh temanmu, yang kelak ia akan tersenyum ketika mengenang dan menceritakan tentangmu. Bukan sebaliknya menjadi mimpi buruk yang tidak ingin ia ingat sepanjang hidupnya. 
Salam jiwa sehat. 

Temanmu hanyalah manusia biasa

Benar kita sama2 manusia yang punya kelebihan dan kekurangan. Maka belajarlah dari alam, bahwa sesuatu yang berlebihan tidaklah baik akhirnya. Effort yang berlebihan juga hanya akan berujung kecewa.

Pernah ada temen yang dengan begitu baiknya menawarkan diri, ia siap menerima segala macam curhat. Ketika ditanya, kenapa kamu sebaik itu merelakan waktumu? Ia hanya menjawab dengan kalimat sederhana. Ya, karna kamu pantas mendapatkannya. Kamu pantas diperlakukan sebaik itu, karna kamu orang baik. Mungkin aku tidak dapat memberikan solusi terbaik, namun aku ada untukmu, siap menampung segala permasalahan yang sedang kamu rasakan. Trima kasih kebaikannya kawan!

Teman yang lain, dya dengan segenap panca indera selalu berusaha ada ketika diri ini membutuhkannya. Sayangnya hanya searah. Ia tak pernah sekalipun menampakkan kegundahan walo ia juga sama2 kalut. Sikap legowo dan gentlement-nya selalu berdiri di garda terdepan ketika temannya ini tidak baik2 saja. Ia ga mau temannya ini larut, dan ia selalu memberikan nalar positif yang bisa temannya ambil. Justru karna kebaikannya kelewat luwar biasa, membuat diri ini berfikir berkali2 kalo mau merepotkannya lagi. Sekalipun ia sangat bahagia bisa ada untuk temannya. Hebatnya, dya punya masalah tapi tak berisik. Dya punya hidup yang tidak mudah tapi tak segaduh diri ini. Prinsipnya, ia tak ingin melupakan dan meninggalkan teman seperjuangannya. Luwar biasa kamu. Trima kasih atas ketulusanmu kawan!

Di seberang bumi yang lain, femomenya terbalik. Datang ketika butuh, sangat riuh, dan gaduh. Ketika dikasih solusi kadang manut namun seringnya punya pemikiran sendiri. Ketika curhat inginnya selalu didengar dan direspon. Namun ketika temannya yang curhat, ya suka2 dya balas chatnya. Ya inilah hidup yang selalu seimbang. Terima kasih ya, kamu memberikan warna baru di hidupku.

Ga kebanyang jika memiliki smua teman yang sangat welcome, peduli berat, empati akut, dan tulus. Bisa dipastikan diri ini akan jumawa aka sombong. Tapi dengan adanya teman yang datang sesukanya maka menyadarkan bahwa hidup ini imbang. Dan ini disebut dengan nikmat. Nikmat tidak harus berupa kabahagiaan saja, melainkan berupa hal2 yang bisa jadi bungkusnya menyebalkan. Tapi ketahuilah rencana Allah selalu terbaik. 

Allah ga akan membiarkan kita terpuruk, dan bertemu dengan orang2 jahat. Jikapun iya, pasti akan ada best learning untuk kita as a warning. So, siapapun teman yang hadir di hidupmu syukurilah, dengan segala macam jenis karakter nikmatilah! Kuncinya satu, kendalikan dirimu!. Jika mau curhat harus tau diri, jangan egois. Pastikan tidak offside mengganggu waktunya. Ingat dya juga makhluk hidup yang waktunya sama denganmu 24 jam. Ia juga punya hidup yang harus diperjuangkan juga. Sebaliknyapun sama, jika temanmu kok curhatnya sudah over, kamu bisa menepi. Kamu berhak memprioritaskan dirimu sendiri dulu. Silahkan menolong tapi jangan sampai menjadikanmu kurang pintar, karena zaman sekarang ada tipe2 orang suka curhat dan dikasih solusi. Di depan iya iya, tapi praktekkannya berlawanan. So, enjoy it!

Sebahagia itukah bisa merendahkan orang lain

Masih melekat di ingatan bagaimana tertawa lepasnya, senyum liciknya ketika ia dianggap sebagai si paling keren. Iya, keren boleh namun apakah harus jumawa dan merendahkan orang lain?

Apakah fair jika menilai kemahiran burung terbang dengan cara ia berenang? Apakah fair menilai kuatnya siput dengan cara ia berlari? It's not fair, menilai sesuatu tidak dengan ukurannya.

Ga ada lho manusia bodo* di dunia ini, yang ada manusia yang belum menemukan jalannya saja. Jalan tersebut berupa kesempatan,jam terbang, peluang, keahlian, dll. 

Ga ada juga manusia yang terlahir sempurna. Boleh lah jika diri kita ngerasa sempurna, tapi plis sadar deh itu hanya menurut kita saja deh. Akan selalu ada minus di setiap jiwa yang kelak Allah matikan.

Lantas masihkah bahagia merendahkan orang lain? Hallo tubuh yang ada masa  berlakunya di dunia.. mau sampai kapan jadi orang yang seolah tak tersentuh oleh yang namanya cacat? Heloo jiwa yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, mau sampai kapan bangga penuh kemenangan melihat orang lain celaka karna ulahmu?

Peranmu di dunia ini hanya sebatas hamba lho, bukan yang punya dunia. Kamu punya kelemahan, tapi orang lain enggan berurusan. Orang lain punya keunggulan, tapi kamu bangga mematikan. 

Apakah pernah sedikitpun berfikir, bahwa orang yang kamu jahati itu adalah tulang punggung keluarganya? Ia adalah anak yang dari kecil ditinggal mati ibunya? Ia yang sedari kecil berusaha berdamai dengan takdir yang tidak mudah. Apakah kamu masih punya perasaan? Bagaimana jika itu kamu, saudaramu, bahkan itu anakmu? Apakah kamu terima jika orang2 yang kamu sayangi dijahili seperti kamu jahili orang2 selama ini?

Wahai jiwa yang masih diberi umur oleh Tuhan. Tidak takutkah dengan doa orang2 yang kamu rendahkan? Mungkin saja mereka tidak mendoakanmu jelek, namun bagaimana jika yang tidak terima itu adalah pemiliknya?

Baik2lah berperilaku. Kamu  berbatas, sedangkan Tuhan tiada batas. Kamu punya ide jahat, sedangkan Tuhan punya rencana terhebat. Kamu hobi jumawa, sedangkan Tuhanlah yang berkuasa. 

So, kesombonganmu kelak yang akan mengantarkanmu pada takdir selanjutnya. Bersiaplaaah..

Baik harus, bodo* jangan

Mau seberapa lama lagi kamu menjadi orang bodo* yang dibutuhkan hanya disaat tidak ada orang yang bisa membantu permasalahannya? Kalo kemarin denial bahwa dya adalah orang baik yang "wajib" kamu bantu selalu, lantas apakabar dirimu sekarang? dya meninggalkanmu lantaran value-mu sudah tidak relevan lagi?

Renungkan lagi dan ambil sikap ya. Sudah tua begini tidak waktunya menye2 takut kehilangan teman. Jangan pernah kamu menyesali lantaran pernah berbuat baik terhadap orang namun balasannya mengecewakan. Pandai2lah membaca situasi, ikuti kata hati, dan plis pinteran yuk..

Kalo dya butuh aja ribuan cara menghubungimu, tapi kalo kamu butuh apakah dya memperlakukan hal yang sama? Atau malah ngilang? Jika sudah tidak mampu lepaskan saja, karena orang baik akan tau cara memperlakukan orang yang sudah menolongnya. Orang baik tau cara menjaga perasaan orang lain, dan orang baik paham bagaimana rasanya diperlakukan buruk.

Jadilah orang yang mampu menghargai effort orang lain. Temukan orang yang tau diri. Supaya kebaikanmu tidak bisa dimanfaatkan, dan hanya datang disaat dibutuhkan saja. Bangun batasan supaya tidak ada rasa kecewa. Kuatkan hati supaya menjadi orang "tega". And put your self, first.


Utamakan diri sendiri dahulu

Put your self first...


Belum lama ini ada sebuah obrolan seru beberapa orang di sebuah warung makan pinggir rel kereta tentang pengalaman mereka dimanfaatkan oleh sekitarnya. Banyak cara Allah untuk menyadarkan kita, meyelamatkan kita, bahkan memperingati kita bahwa apa yang selama ini dijalankan tidaklah sehat. Menjadi orang tidak enakan, tulus, problem solver, and mix good listener adalah sepaket karakter ideal seorang teman.

Ga ada yang salah sejauh penjabaran di atas, namun yang mulai salah itu apabila ada orang yang memanfaatkan hanya karena dya baik, tidak mudah marah, pasti akan selalu memaafkan, dll. Anggap saja, awalnya ga bermaksud memanfaatkan cuma lama2 saking baiknya temennya lantas gas aja dan berasumsi temannya ga akan pernah merasakan sakit hati. Bayangannya temannya akan selalu baik sepanjang hidupnya. Dari obrolan di pinggir rel kereta itu ada hal yang menarik yang bisa diambil.

Manusia tetaplah manusia

Ya sebaik apapun bentuk manusia, dya tetaplah manusia yang tidak sempurna. Dya yang bisa marah, dya yang terbatas sabarnya, dya yang bisa overthingking, dll. Ga ada satupun orang yang mau dimanfaatkan hanya saja kadang hal tersebut di luar kendali. Ada rasa kecewa, ngerasa dibodohi teman terdekat, bahkan rasa tidak terima diperlakukan seburuk ini. Hal ini berujung dengan menyalahkan diri sendiri kenapa bisa sebodoh ini.

Cara Allah menyelamatkan

Walopun kenyataannya sepait itu, ada hal yang tetap bisa disyukuri. Allah menyelamatkan dari hal2 diluar pengetahuan kita. Allah melindungi kita dari obrolan2 yang menyakitkan. Pandangan kita sangat terbatas, sebaliknya Allah yang mempunyai skenario hidup kita. So, hal menyakitkan ini pasti ada maksud dan tujuannya.

Karakter manusia tidak dapat dirubah

Menerima kenyataan bahwa kita tidak dapat mengubah karakter orang lain adalah pilihan bijak. Tetap berteman baik namun jaga batasan, jangan sampai rasa kecewa datang kesekian kali. Kali ini kita yang punya kendali. Fokuslah pada diri sendiri untuk tetap menjadi orang baik namun tidak bisa lagi dimanfaatkan. Buatlah batasan supaya orang akan berfikir berkali2 ketika memiliki niatan buruk.


Memanfaatkan orang lain untuk kepentingan diri sendiri adalah sebuah ego manusia yang sebaiknya dihindarkan. Setiap manusia memiliki kepentingan, kebutuhan, serta rotasi hidup masing2. Kurang2i memanfaatkan orang lain hanya karena kamu merasa spesial yang harus didengar. Hidup ga berputar pada masalahmu saja kawan. Hargai peran orang lain di hidupmu selagi ia masih ada. Jangan tanyakan mengapa jika dya memilih pergi lantaran sudah jenuh dengan segala kelakuan burukmu itu. 

Solusi dari obrolan tersebut ketika kita sudah terlanjur dimanfaatkan adalah utamakan diri sendiri saja. Membantu orang lain boleh, tapi kalo sudah memastikan diri sendiri selamat. Jangan sampai hanya ingin membantu orang lain dari masalah, kitanya yang hancur. Cukup lilin yang berkorban menerangi dunia namun ia yang harus jadi korbannya.

Yuk ambil waktu untuk fokus kepada dirimu sendiri, hargai waktumu, tenagamu, effortmu yang selama ini salah orang. Tingkatkan skillmu, kuatkan hatimu, dan perindah akhlakmu. Fokus apa yang bisa diusahakan. Jadilah orang yang bijak, yang lebih mengutamakan diri sendiri dibanding orang lain yang datang hanya karna ada kepentingan.

*self reminder


Porsinya biasa aja dalam berteman

Di kehidupan dewasa ini kita dapat belajar "biasa aja" dalam berteman. Posinya biasa aja ya, tidak usah full effort. Pada dasarnya manusia dewasa itu mempunyai kepentingan. Kita harus baik bersikap namun sesuai takarannya. Jika orang tersebut baik dan tulus, kamu bisa melakukan hal yang sama. Namun jika orang tersebut terlihat baik tapi hati kecilmu kurang sreg maka cukup berbuat baik saja, janganlah lebih. Kuncinya jangan denial dan keras kepala. Tujuannya supaya kita tidak kecewa terlalu dalam.

Kita tidak dapat mengenal 100% kepribadian orang. Jika kita ngerasa kok dya berubah ya? kok dya ga sebaik dulu ya? kok dya egois ya? kok dya ini dan itu... maka ketahuilah kawan dya tidak berubah, kitanya aja yang tidak kenal kepribadiannya. Tapi inilah hidup ya, banyak misteri dan teka-tekinya. Jalani dan nikmati saja setiap alur yang ada di depan mata.

Benar, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Punsama dengan pertemanan, sesuai porsinya saja. Part ternyesek dalam pertemanan itu adalah ketika kamu baru menyadari bahwa kamu hanya akan dicari ketika tidak ada orang yang dapat mengerti atau support ceritanya. Tapi ya inilah hidup kawan, banyak hal terjadi diluar kendali. So, ambil pelajaran dan ambil sikap. All is well..

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger